RSUD Biak Jadi RS Rujukan Covid-19, Anggaran Rp. 40 M Untuk Pembangunan Gedung Isolasi

Lensapapua, Biak – Pembangunan gedung isolasi pasien Covid-19 di RSUD Biak mulai dibangun. Pembangunan itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas hibah dari Pemerintah Pusat dengan anggaran kurang lebih Rp. 40 miliar oleh Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd. Ikut melakukan peletakan batu pertama jajaran Forkompimda serta undangan lainnya, Selasa (2/6).

Pekerjaan proyek yang ditangani langsung oleh perusahaan berlabel BUMN, PT Adhi Karya (Persero) Tbk akan dikebut dan rencananya sudah tuntas akhir bulan Juli 2020. Pasalnya, kalender pekerjaan bangunan isolasi yang terletak di bagian paling belakang RSUD Biak itu hanya berlangsung 60 hari kerja saja.

“Pekerjaannya akan dilakukan selama 24 jam dengan membaginya ke dalam beberap shift giliran bekerja, intinya kontrak kerjanya sudah terhitung sejak 1 Juni – 31 Juli 2020, setelah itu akan langsung difungsikan,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Biak Numfor Zakarias Mailo, ST.,MM ketika memberikan laporannya pada acara peletakan batu pertama pembangunan gedung isolasi tersebut.

Desain dari gedung isolasi itu akan dibangun dalam tiga bentuk masing-masing ruang isolasi dengan 10 buah tempat tidur, lalu ruang karantina dengan 40 tempat tidur dan satu bangunan kamar mayat dengan ukuran 5 m x 20 meter.

Sistem pekerjaan dari bangunan tersebut akan menggunakan bahan jadi yang telah dirakit di Jakarta, hampir semua material akan didatangkan dan tinggal di pasang ketika tiba di Biak, oleh karena itu pembangunannya akan dikebut dan berlangsung singkat.

Bupati Herry Ario Naap mengatakan, bahwa pembangunan gedung isolasi yang dihibahkan oleh pemerintah pusat melalui BNPB (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional) hanya tiga di Indonesia.

Ketiga hibah gedung isolasi Covid-19 dan fasilitasnya itu masing-masing adalah di RS UGM Jogjakarta, RSUD Lamongan (Kabupaten Lamongan) dan RSUD Biak di Kabupaten Biak Numfor. Sesuai dengan informasi yang didapatkan dari BNPB dan Kemenerian PUPR, untuk gedung isolasi RS UGM dan RSUD Lamongan progress pekerjaannya sudah pada tahap 80 %.

“Ucapan terima kasih kami sampaikan ke Pak Presiden Jokowi, BNPB dan Kementerian PUPR atas bantuan hibah gedung isolasi Covid-19. Ratusan daerah yang memasukan profosal meminta pembangunan gedung isolasi ini, namun hanya tiga yang mendapatkannya, salah satunya Biak Numfor dan itu dibuat dalam bentu Inpres,” ucap Bupati.

Sekedar diketahui, bahwa pekerjaan yang dilakukan dalam pembangunan ini meliputi perencanaan, persiapan, arsitektur, pembangunan dan pekerjaan penunjang lainnya. Pekerjaan ini status Pengadaan Khusus Penanganan Keadaan Darurat yaitu berupa bencana non-alam, berupa wabah penyakit.

Dikatakan Bupati, bahwa pembangunan gedung isolasi ini juga sebagai tindak lanjut dalam meningkatkan antisipasi dan kesiapan penanganan masyarakat yang terdampak Covid-19.
Selain itu, pembangunan itu juga merupakan langkah lanjutan dari perlindungan bagi masyarakat terhadap potensi ancaman corona atau Covid-19 yang semakin besar.

Sebagai rumah sakit rujukan yang dilengkapi dengan fasilitas bagunan baru itu nantinya maka RSUD Biak sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 nantinya akan lebih memenuhi standar tata kelola (protokol) khusus penanganan dampak virus tersebut.

Sekeda diketahui, bahwa usulan pembangunan gedung isolasi itu disampaikan langsung oleh Bupati Herry A Naap kesejumlah lembaga terkait di Jakarta dan langsung oleh beberapa waktu sebelumnya. Bahkan itu disampaikan langsung dalam bentuk video conference dan direspon langsung oleh Kepala BPNB Letjen Doni Mardono saat itu.

“Tak lupa kami juga sampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah pusat sampai daerah, termasuk Balai Pemungkiman Prasana Wilayah Papua Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR,” tandasnya.

“Tentunya pembangunan gedung isolasi ini dapat terwujud atas partisipasi dan dukungan semua pihak, terutama Pak Presiden Jokowi, Pak Kepala BNPB Letjen Doni Mardono, Kementerian PUPR serta semua yang tak bisa kami sebutkan satu persatu,” lanjut Bupati Herry Naap.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.