Ringkus 3 Pemain Baru Shabu, 1 Eks Oknum Pegawai Pertamina.

Barang bukti (BB) dan shabu yang berhasil disita BNNP PB.

MANOKWARI, — Kepala BNNP, Provinsi Papua Barat, Brigjen Pol Drs Untung Subagyo saat memberikan keterangan pers kepada awak di Manokwari, senin (06/11/2017 ) menegaskan, komitmen Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat untuk memberantas Narkoba di daerah ini mulai terwujud dan telah kembali memberikan warna baru. Terbukti sejak dirinya bertugas memasuki 2 bulan di BNNP PB sejak pertengahan agustus 2017 lalu, timsus BNNP PB berhasil mengungkap dua jaringan pengedar Shabu di Papua Barat, dengan telah meringkus 3 orang Tsk insial DD, FL, dan RS yang merupakan pemain baru dalam bisnis Shabu (SS) Di Kota Manokwari Provinsi Papua Barat.

Kepala BNNP Papua Barat, Brigjen Pol Drs Untung Subagyo sesuai prese realese menjelaskan, penyidikan penangkapan dimulai pada target kasus pertama yakni sasaran FL, dan RS, sejak pada tanggal 19 September 2017 lalu, pihak BNNP PB mendapat informasi bahwa ada oknum warga yang mau transaksi Narkoba jenis shabu. setelah mendapat informasi, kemudian didalami dan tanggal 20 September 2017, sekira pukul 17.30 WIT, timsus yang tergabung melalui bidang Pemberantasan Narkoba melakukan penangkapan terhadap FL di salah satu tempat, dari tangan tersangka timsus berhasil amankan barang bukti berupa sabu seberat 0, 35 gram, alat isap dan beberapa bukti lainnya termaksud satu unit kendaraan roda dua.

Ketika penyidik melalukan pengembangan dari keterangan FL maka ditemukan peran oknum pegawai PT Pertamina Manokwari berinisial RS, Berdasarkan hasil pengembangan sekitar pukul 21.30 wit. Pihaknya berhasil amankan RS yang merupakan oknum Pegawai PT. Pertamina, berserta Barang Bukti yang diamakan shabu seberat 2,70 gram. Kemudian RS untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya sementara menjadi tahanan BNNP PB.

” Jadi kedua Tsk FL dan RS kini dalam proses hukum dan telah memasuki tahap pemberkasan yang ditangani penyidik BNNP PB, dan berkas telah dikirim ke kejaksaan tinggi Papua, agar segera mendapatkan penetapan dan pemberkasan lebih lanjut entah nanti apakah telah dinyatakan lengkap P21, P18 ataukah P19, atas kedua TSk ini,”Jelas Subagyo.

Hal ini juga terbukti dengan tes urine ternyata positif kedua tersangka ini terbukti mengkonsumsi Narkoba jenis Shabu.“Dari hasil pemeriksaan bahwa kedua merupakan pemain Baru.Namun hasil pemeriksaan ternyata kedua tersangka positif pemakai barang haram tersebut,”ujarnya

Sementara pada kasus penangkapan kedua yakni di lakukan tim pada sabtu dini hari, sabtu (4/11/2017) atas TSk insial DD warga kota sorong di salah satu Hotel Manokwari insial “NR” Kamar 210. Dari tangan DD Tim berhasil menyita 8 Paket yang di duga Narkotika Jenis Shabu, pirex, helex alat pengukur daya listrik, Deko alat termomether,uang tunai pecahan rp.100.000,-  7 lembar dan uang pecahan rp.50.000,- sebanyak 13 lembar.  sementara tsk juga telah diamankan di kantor BNN P Papua Barat untuk pengembangan lebih lanjut.

” Berdasarkan keterangan hasil pengembangan dari Tsk DD, DD mengakui bahwa 8 Paket yang dibawahnya akan di ambil penadah inisial E yang kini masih dalam pengejaran Tim. Dan secepatnya E akan di tampilkan sbgai TSK keempat dari dua kasus jaringan berbeda ini,”Tutur Subagyo.

Atas prestasi capaian ini, dirinya berharap dengan segala bentuk kemitraan bersama kelompok masyarakat, swasta, ormas, dan media, dapat bersama melawan dan berantas jaringan narkoba yang diindikasikan masih belum tersentuh oleh lembaga penegak Hukum. Disisi lain dengan telah terbentuk dan dilantiknya masyarakat para penggiat anti narkoba beberapa waktu lalu, sekiranya dapat menjadi cermin dan dukungan kepada BNNP PB dalam mengungkap jaringan peredaran narkoba dan sejenisnya di Provinsi Papua Barat secara efektif. (ian)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.