Rekruitmen Pasukan Paskibra Harus Sesuai Kriteria

Max Izaak Fonataba, SE.M,Si.

Lensapapua-  Terkait dengan perekrutan pasukan pengibar bendera (Paskibra), tentu harus ada kriteria-kriteria tertentu.Olehnya itu terlebih dahulu harus diawali dari rekruitmen sekolah itu,Kita harus bisa memberikan kriteria yang pas pada sekolah tersebut.Kata Max Izaak Fonataba,SE.M,Si.Wakil ketua DPRD Kabupaten Sorong,saat diwawancarai diruang kerjanya. Selasa 19/8.

Kemudian ditindaklanjuti dengan latar belakang dari pada anak-anak yang akan diutus dari sekolah tersebut,paling tidak anak tersebut pernah mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler disekolah,terutama kegiatan Pramuka, Jika siswa tersebut sudah pernah mengikuti kegiatan Pramuka tentu sudah memiliki dasar kepramukaan yang kuat disekolah, saya yakin pasti bisa dan tingkat kedisiplinannya juga tidak diragukan lagi. Terang Max.

Ia meyakinkan, Dari sekian banyak anak Papua yang sudah duduk dibangku SLTA,tidak mungkin tidak ada yang bisa, Apa lagi ini di Papua,kecuali kalau kita cari diluar  Papua.Jadi saya tidak yakin kalau anak Papua tidak ada yang bisa. Tegasnya.

Olehnya itu guru-guru disekolah juga harus mampu memberikan salah satu anak Papua yang terbaik dari sekolah tersebut.Seperti contoh ketika saya diutus dari SMEA,N Sorong pada tahun 1976 pada Paskibraka ditingkat Nasional,Saya tidak menyangka bahwa saya bisa mendapatkan sebuah posisi yang sangat baik dan bagus, menurut kami yang ikut Paskibraka pada saat itu,jika menjadi komandan kelompok 8 tersebut tidak bisa sembarang orang. Bebernya.

Tentu hal ini menjadi satu kebanggaan bagi kami yang ikut pada pasukan Paskibra Nasional, artinya mengikuti Paskibraka nya saja sudah bangga apa lagi kalau bisa dipercaya mendapat jabatan atau posisi menjadi komandan nya.Karena ada beberapa posisi yang kita anggab sangat atau cukup diperhitungkan yaitu sebagai komandan kelompok 17, Kemudian penjuru kelompok 17,kemudian posisi yang ada pada kelompok 8. Dan dua orang wanita pembawa penampang dan 3 orang penggerek,termasuk didalam kelompok 8 tersebut.Inilah posisi-posisi yang bagi kami Paskibraka Nasional dianggab posisi yang terbaik. Malah yang melatih kami waktu itu adalah sekolah pusat yaitu gabungan dari TNI,Polri, Jadi waktu kami dilatih tentu dengan latihan semi Militer. Terang Max.

Dengan demikian menurut pengamatan saya di Papua ini,Kalau 25-30 Orang yang di rekrut sebagai Paskibra dikabupaten Sorong,dan hanya 9 Orang putra putri Papua yang bisa masuk pada Paskibra ini, berarti kita ada diluar Papua.Harusnya dari jumlah tersebut semestinya lebih banyak dari putra putri Papua, sisanya baru non Papua. Tegasnya.

Jika kita ingin menanamkan rasa memiliki, rasa kebangsaan, rasa mencintai  bangsa kita pada generasi muda di Indonesia ini, tentunya kita harus berikan kepercayaan itu pada orang Papua,untuk bertugas sebagai pasukan Paskibra.Karena hal ini menjadi salah satu tugas yang mendapat kebanggaan bahwa mereka bisa melaksanakan tugas kenegaraan pada saat tanggal 17 Agustus.Inilah yang menjadi harapan saya kepada seluruh sekolah maupun pelatih Paskibra yang ada didaerah ini. Pungkasnya. (Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.