“Raja Ampat Tren Kasus Pelanggaran Asusila”

Kasat Reskrim Raja Ampat AKP.Robin.Kumbarayudha.S,sos (tengah) pada sebuah kesempatan
Kasat Reskrim Raja Ampat AKP.Robin.Kumbarayudha.S,sos (tengah) pada sebuah kesempatan

Raja Ampat, Lensapapua.com – Maraknya tindakan kejahatan dan kekerasan Asusila dan Pencurian di Kabupaten Raja Ampat akhir-akhir ini memang sudah membuat resah semua kalangan, pemerintahan maupun masyarakat sendiri. Terlebih terkait kasus tindakan kejahatan dan kekerasan seksual pelanggaran Asusila yang masih menunjukkan peningkatan di Kabupaten Raja Ampat.

Kapolres Raja Ampat AKBP MARIOCHRISTY PANCA SAKTI SIREGAR, S.IK, MH, Melalui Kasat Reskrim Raja Ampat AKP. Robin.Kumbarayudha, S.sos mengatakan, rata-rata semua kejahatan dan kekerasan seksual yang terjadi di wilayah hukrim Raja Ampat akhir-akhir ini  tengah menjadi sorotan, khusus bagi Tim Buser Sat Reskrim Raja Ampat. Menurutnya, faktor utama yang memicu kalangan masyarakat bawah untuk melakukan kejahatan dan kekerasan seksual adalah masalah perekonomian dan kurangnya perhatian serta pendidikan yang di berikan orangtua terhadap anak di rumah. Sehingga, kurangnya perhatian dan pendidikan yang diberikan orangtua ke anak dirumah akan membuat si anak menjadi pribadi yang tertutup dan kurang berbaur dikehidupan sosial nya sehari-hari. “Faktor inilah yang menyebabkan terjadi tindakan kejahatan dan kekerasan seksual,” Demikian dikatakan Kasat Res Kepada media ini saat di hubungi Via telpon (3/11).

Dirinya mengakui, memang di beberapa tahun Tahun terakhir ini kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak yang semakin meningkat khususnya di Kabapaten Raja salah satu contohnya, kekerasan seksual dan kejahatan yang dilakukan oleh salah seorang tersangka yang juga masuk daftar DPO sat Res Polres Raja Ampat, namun kini telah diringkus tim buser Reskrim Manokwari akibat kejadian menewaskan dua mahasiswa Unipa yang kembali didugakan kepadanya inisial (AA), yang di curigai si pelaku memang agak mempunyai kepribadian yang aneh dan itu pun diakui oleh pihak keluarganya. Tidak hanya itu saja, banyak lagi contoh lainnya kejahatan dan kekerasan seksual yang terjadi akhir-akhir ini, seperti pemerkosaan Ayah kepada anak kandungnya sendiri. “Ini membuktikan kasus kejahatan dan kekerasan seksual di Kabupaten Raja Ampat terhadap anak juga masih meningkat,” ujarnya.

Ketika ditanya jumlah kasus kejahatan dan kekerasan seksual pelanggaran asusila yang terakhir masuk dan di tangani pihak kepolisian hingga saat ini dirinya menjelaskan,   data penyelesaian perkara tindak pidana asusila dan KDRT satreskrim polres raja ampat, yaitu Selama kurun waktu juni-november 2016 atau 5 bulan terakhir satreskrim telah menyelesaikan total 5 perkara dengan rincian yakni : 1. Persetubuhan anak dibawah umur total 1 kasus seluruhnya p21 tsk a.n yusuf ayelo 2. Pemerkosaan total 1 kasus seluruhnya p21 tsk a.n paulus mambrasar 3. KDRT total 3 kasus dengan rincian 2 kasus diselesaikan restorative justice atau kekeluargaan dengan tsk inisial F dan tsk inisial S, sedangkan satu kasus lg masih berjalan dengan posisi akan dilakukan tahap 1 hari jumat tgl 4 november 2016 dgn tsk inisial R.

” Total Kasus p21 selama 5 bulan terakhir : 2 kasus Penyelesaian kekeluargaan/RJ : 2 kasus Sedang berjalan,”Jelas Mantan kapolsek Babo ini.

Menyikapi, Tren kasus di kabupaten raja ampat ini, dirinya megharapkan masyarakat senantiasa saling menjaga lingkungan dari latar belakang yang timbul yaitu budaya kekerasan, kondisi ekonomi, pendidikan dalam keluarga, hingga peredaran miras dan masalah sosial lainnya.

” Pihak satreskrim akan semakin mengoptimalkan kring serse n patroli pada jam jam rawan serta sementara kami kini rutin memetakan titik kerawanan kamtibmas,”Jelasnya

Karena itu, Robin juga meminta kepada para orang tua agar dapat mengawasi anak-anaknya dengan baik, sebab kasus kekerasan seksual yang terjadi selama ini salah satu penyebabnya adalah kurangnya orang tua dalam memberikan perhatian penuh kepada anak-anaknya. “Para orang tua harus memperhatikan anak-anaknya tidak bisa dibiarkan begitu saja, jadi harus ada pengawasan dan perhatian dari orang tua,”Paparnya (ian)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.