Polisi Kawal Ketat, Rekonstruksi Pembunuhan Alm. Pemilik Coto Maduraja.

MANOKWARI, lensapapua – Puluhan personel kepolisian dari Polres Manokwari yakni Sat reskrim dan Sat Sabhara, di back up Timsus Swanggo dan Buser, dengan bersenjata laras panjang melakukan pengawalan rekonstruksi kasus misteri terbunuhnya Haji Abdul Hakim (52 tahun), pemilik warung Coto Makassar beralamat di Jalan Pasir kompleks Pasar Wosi, Manokwari, yang terjadi pada minggu (9/4/2017) dini hari lalu tersebut.

Reka ulang yang digelar di TKP Rumah / Warung Coto Maduraja di sepanjang jalan pasar Wosi membludak oleh antusias warga. Akibatnya, arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan hingga terpaksa jalur poros yang menghubungkan kompleks Gaya Baru dan pasar wosi harus ditutup sementara guna mensterilkan lokasi TKP selama dilakukan Rekonsrutruksi.

Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan sadis itu polisi terpaksa memasang garis polisi di depan Tempat Kejadian Perkara (TKP) tepat di sepanjang Toko bangunan Rizky hingga Teras BRI.
Namun, situasi gelar rekon yang berlangsung selama lebih kurang 2 jam tersebut, bisa disterilkan dari segi pengamanan oleh polisi menjadi kondusif. sebanyak 120 adegen sesuai BAP ditambah 15 adegan tambahan terungkap mewarnai rekonstruksi kasus pembunuhan sadis alm Abd Hakim Hafid, yang tewas usai menerima 11 luka tusukan pisau dapur pada bagian dada, paha, dan leher korban. Bahkan dalam gelar perkara petugas membawa dua tersangka, termaksud terduga otak pelaku  yang adalah istri korban sendiri yakni YR alias S.

Kapolres Manokwari AKBP. CH. Rony Putra, melalui Kasat Reskrim Polres Manokwari AKP. Diego.Aries.Kakori usai gelar rekonstruksi, senin (16/7/2017) sekitar pukul 13.35 wit mengatakan, dalam reka ulang adegan pembunuhan ini, pelaku  AY Alias Ahmad yang merupakan mantan kekasih lama sang istri korban yakni YR alias S ini memang telah dimudahkan aksinya dalam menghabisi pemilik Coto Maduraja itu Alm. Abd Hakim Hafid. Dimana dalam kedatangannya murni di fasilitasi oleh si istri alm.Korban yang merupakan otak pembunuhan terencana ini, mulai dari biaya perjalanan pesawat dari Makasar – Manokwari (PP), biaya penginapan hotel, dan keperluan lainnya seperti diberikan kunci pintu rumah cadangan bagi pelaku.

” sesuai BAP ada 120 adegan. Namun ini saat rekonstruksi berlangsung terungkap 15 adegan lainnya, seperti saat melakukan aksi penikaman dan mencekik leher korban. Hal ini tetap akan juga dijadikan substansi pihak hakim dalam persidangan nanti, “Jelas Kakori.

Dalam hasil penyelidikan dan rekonstruksi tersebut,  diketahui murni si istri korban YR alias S yang adalah otak pembunuhan  dan AY sang eksekutor, keduanya memiliki hubungan mesra di masa lalu kemudian bersemi kembali hingga kedua insan yang di mabuk CLBK merencanakan aksi keji tersebut. Hal ini juga terkuak dalam adegan rekonstruksi tersebut ada aksi ranjang keduanya, yang dilakukan di salah satu hotel di Kota Manokwari yakni Hotel “F” (di blur, red)  yang dipakai pelaku untuk menginap.

Sementara itu,  atas kejadian ini sangat membuat masyarakat sekitar menjadi heran akan aksi keji yang dilakukan istri korban, kepada Alm. Suaminya sendiri. Sebab menurut mereka, istri korban YR alias S merupakan orang yang dikenal ramah dan aktif beragama dan berjamaah di mesjid. (ian)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.