Pindah Domisili Pindah Faskes Mudah & Cepat Pengurusannya

Lensapapua –  Sebagai kepala keluarga, menjaga istri dan anak merupakan kewajiban seorang ayah dan suami, terutama memikirkan jaminan kesehatan keluarga. Seperti Dadan (40) seorang karyawan salah satu resort di raja ampat yang harus mencari nafkah demi menghidupi istri dan anak-anak dari jarak jauh. Dadan yang sejak 2014 yang lalu menjadi peserta JKN-KIS ini menceritakan pengalamannya dalam merasakan manfaat Program JKN-KIS.

 

“Di tempat kerja lama saya di Palembang dulu, didaftarkan BPJS Kesehatan oleh perusahaan. Lalu saya pindah ke Raja Ampat, keluarga di Depok. Awalnya kami merasa tidak ada yang spesial menjadi kepesertaan JKN-KIS.

 

Sampai dimana ditahun 2017, anak saya yang bungsu mengalami gejala DBD dan harus diopname di rumah sakit selama beberapa hari. Awalnya dia merasa demam badannya, lalu istri bawa ke fasiltas kesehatan yang kami daftakan yaitu BP Nayaka Husada 1 Depok, sampai akhirnya periksa darah dan menunjukkan gejala DBD, dirujuklah ke rumah sakit,” tutur Dadan.

 

Dadan merasa lega karena penanganan yang diberikan dokter sangat cepat, ia yang saat itu berjarak jauh dari sang anak karena harus kerja di Papua merasa sedikit lega karena dari pelayanan, penanganan dan biaya dijamin oleh BPJS Kesehatan.

 

“Panik saya sedikit berkurang karena semuanya Alhamdulillah dijamin oleh JKN-KIS. Saya dan istri baru merasakan luar biasanya manfaat dari program ini, dan terbukti sangat membantu masyarakat dengan jaminan kesehatan.

 

Kita tidak pernah tau kapan akan sakit, dan biaya untuk sehat itu mahal. Dan juga saya baru sadar akan pentingnya sistem gotong royong ini, rasanya sangat bersyukur menjadi peserta JKN-KIS,” ungkap Dadan.

 

Dadan yang ditemui oleh tim Jamkesnews di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sorong ini juga menceritakan semakin yakin dengan jaminan kesehatan bukan hanya untuk keluarganya tetapi untuk dirinya sendiri. Ia yang datang untuk mengurus perpindahan FKTP miliknya ini menceritakan pandangannya terhadap Program JKN-KIS.

 

“Kondisinya kan saya cari nafkah di Papua dan berjauhan dengan keluarga, pulangnya juga 3 bulan sekali. Kalau tiba-tiba sakit siapa yang mau rawat begini, jadinya saya sadar jaminan kesehatan itu penting makanya saya mantapkan diri mengganti fasilitas kesehatan saya dengan yang ada di Sorong,” tambahnya.

 

“Saya orangnya sebenarnya malas ngurus-ngurus begini tapi demi sayangi diri sendiri, ibarat sedia payung sebelum hujan dan tidak ada yang merugikan juga dari manfaat JKN-KS ini. Saya pun tidak menyesal datang ke Kantor Cabang Sorong ini karena Program JKN-KIS ini akan terus ada untuk masyarakat kedepannya,” tutupnya sambil tersenyum. (Red-TR/ws).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.