Pertikaian Dikota Sorong Jadikan Sebagai Pembelajaran

H. Anderson Miage. Ketua MUI Kab Sorong.

Lensapapua- Ketua MUI Kabupaten Sorong, H. Ahmad Anderson Miage, mengemukakan, dengan kejadian baru-baru ini dikota Sorong menjadikan satu pembelajaran yang sangat penting bagi wilayah kota dan Kabupaten Sorong.

Sehingga kata Miage, ada kaitannya dengan kerukunan antar umat Bergama yakni Multikulturalisme yang berkaitan dengan agama dan keyakinan artinya kebebasan beragama dan berkeyakinan, sehingga pihaknya mengundang para pendeta dan para Ustadz untuk membahas persoalan ini besok di gedung STKIP Kabupaten Sorong, beber Miage. Selasa (01/9)

Lanjut dijelaskan Miage, bagi setiap umat bebas menentukan agama apa yang diyakininya, karena agama apapun itu semua mengajarkan kebaikan, tidak ada satu agama yang mengajarkan kepada hal-hal yang jelek atau negative, imbuhnya.

Oleh sebab itu kaitan dengan minuman keras (Miras) kata Miage, semua jenis minuman yang memabukkan dilarang oleh agama, oleh sebab itu seminar esok hari yang akan digelar bisa menghasilkan solusi-solusi terbaik.
Dengan harapan semua masyarakat maupun aparat dan pemerintah kota jangan terlalu mudah terpancing oleh kejadian tersebut, “ jangan bawa-bawa nama suku, kelompok maupun golongan”, oleh sebab itu Miage menghimbau kepada seluruh elemen agar bisa berpikir lebih jernih, jangan melihat pertikaian tersebut dari suku mana dengan suku mana atau orang mana dengan mana, kalau seperti ini bisa berujung ke sara, kata Miage.

Ditambahkan Miage, kalau didaerah Kabupaten Sorong selama ini peran FKUB (Forum Kerukunan antar Umat Beragama) sudah berjalan dengan cukup baik, hal ini kata Miage karena jika ada kejadian, FKUB langsung cepat berkomunikasi dengan semua pihak baik itu pemerintah daerah, pihak TNI/Polri para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Berbeda dengan pemerintah daerah Kota Sorong yang menganggab daerahnya aman-aman saja, meskipun sebenarnya seorang pejabat tidak boleh mengganggab satu daerah itu dalam keadaan aman-aman saja.

Oleh karena itu kata Miage, kedepan diharapkan agar pemerintah Kota bisa lebih mengakomodir dan lebih proaktif semua ormas yang ada, serta menghimbau semua tokoh-tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, sehingga ada hubungan antar lintas agama bisa terjalin dengan baik, ada masalah ataupun tidak ada masalah harus dievaluasi setiap bulan seperti dikabupaten Sorong, harap Miage.

Dan juga kepada kedua pemerintah setempat harus bisa lebih tegas menyikapi peredaran Miras dikedua daerah ini, agar kejadian-kejadian seperti beberapa waktu lalu tidak terulang lagi, dengan harapan kita semua harus saling bergandengan tangan dan bekerjasama untuk menciptakan Kamtibmas yang lebih kondusif, agar masyarakat bisa tinggal didaerah ini dengan rasa aman tentram dan damai didaerah yang kita cintai ini, dan juga demi kepentingan kita bersama, harap Miage. (Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.