Perbaiki Ekosistem Laut di Samberpasi, KKP Lakukan Rehabilitasi Ekosistem Terumbu Karang

Lensapapua, Biak – Rehabilitasi terumbu karang merupakan salah satu upaya dalam peningkatan efektifitas pengelolaan kawasan konservasi perairan nasional (KKPN), Oleh karena itu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang wilayah kerja Taman Wisata Perairan (TWP) Kepulauan Padaido pada (01-08/10) melaksanakan kegiatan rehabilitasi ekosistem terumbu karang di Kampung Samber Pasi, Distrik Aimando, Kab. Biak Numfor, Papua. Sebanyak 50 unit media jaring laba-laba telah berhasil diturunkan dengan jumlah 600 bibit yang terdiri dari beberapa jenis karang Acropora.

Rangkaian kegiatan rehabilitasi ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem terumbu karang yang telah rusak. Selain itu pada kegiatan ini juga dilakukan upaya penyadartahuan kepada masyarakat terkait pentingnya melestarikan sumber daya alam laut khususnya ekosistem terumbu karang.

Rehabilitasi ekosistem terumbu karang dilakukan dengan transplantasi karang menggunakan metode jaring laba-laba (Mars Accelerated Coral Reef Rehabilitation System) yang terbungkus dengan pasir. Pemilihan metode ini karena pembuatannya yang tidak susah, struktur yang kuat dan kompak serta terdapat rongga-rongga yang mengurangi resiko terhempasnya media akibat arus laut yang kuat. Pemasangan media transplantasi terumbu karang berada pada Zona Perikanan Berkelanjutan (Sub Zona Perikanan Berkelanjutan Tradisional) pada kedalaman 8 meter dengan titik koordinat 01°15’18,10” (S), 136°36’09,97” (E).

Imam Fauzi selaku Plt. Kepala BKKPN Kupang menyampaikan bahwa BKKPN Kupang akan terus berkomitmen untuk melakukan rehabilitasi terumbu karang diwilayah TWP Kepulauan Padaido.

“Kegiatan rehabilitasi ini sudah dilakukan oleh BKKPN Kupang dari tahun 2018 di Pulau Wundi dan saat ini sudah memperlihatkan hasil yang sangat baik, oleh karena itu kami akan terus berupaya untuk meningkatkan luasan rehabilitasi terumbu karang di TWP Kepulauan Padaido dari tahun ke tahun.” Jelas Imam di Jakarta ketika dihubungi via telepon pada Jumat (09/10).

Lebih lanjut Imam menjelaskan harapannya agar kegiatan ini tidak berakhir saat selesai pemasangan media transplantasi saja, namun tetap harus dilakukan monitoring lanjutan minimal 3 bulan sekali guna mengetahui perkembangan kondisi ekosistem terumbu karang diperairan.

Sementara itu Kepala Kampung Samberpasi, Imanuel Sarakan menyambut dengan baik dan menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada BKKPN Kupang karena telah mengadakan kegiatan penanaman media transplantasi terumbu karang dan membentuk Kelompok Manikersi di Kampung Samberpasi.

“Pemerintah kampung dan masyarakat sangat merespon baik kegiatan rehabilitasi terumbu karang untuk melestarikan alam, sehingga dapat menjadi pandangan kepada masyarakat bahwa masyarakat perlu melindungi lautan, harapan semua masyarakat membuat komitmen untuk menjaga kelestarian alam laut yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Terima kasih kepada BKKPN Kupang Wilker TWP Kepulauan Padaido atas dukungan dalam membantu Kelompok Masyarakat Penggiat Konservasi (Kompak) Manikersi”. Jelasnya di Biak.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Kelompok Manikersi yang merupakan mitra dari BKKPN Kupang Wilker TWP Padaido akan melakukan monitoring secara rutin media transplantasi terumbu karang yang telah diturunkan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan ini.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.