Pengguna Jalan Keluhkan Rambu Lalu lintas Minim

Lensapapua BINTUNI – Para pengguna jalan lintas Arah barat darat Teluk Bintuni yang sering melintasi daerah  pegunungan menghubungkan Distrik Tembuni – Merdey – Meyado di keluhkan minimnya rambu-rambu lalu lintas, terutama di wilayah Stenkool III Kampung Barma –  Menuju Kampung Bangun mulya, kampung Irawara, Distrik Moskona Barat dan Distrik Biscoop, Kabupaten Teluk Bintuni.

“Ada jalur yang sebenarnya tidak digunakan lagi karena merupakan jalu lama dan beberapa jalur yang sering membuat pengendara dan pengguna jalan hilang arah, karena tidak ada rambu sehingga sering. Membuat sebagian pengguna jalan terlanjur masuk ke jalur itu,” kata Hendi, yang membawa rombongan salah satu lembaga pemerintah dari Kota Buntuni ketika hendak menuju ke distrik moskona barat menggunakan jalur darat, Rabu (24/8) kemarin.

Ia mengatakan tidak adanya rambu atau tanda apapun di jalur itu membuat sebagian pengendara seperti dirinya masih melaju di jalur tersebut padahal sangat berbahaya dan sering membuat tersesat jika di lalui dalam keadaan malam atau hari mulai gelap.

” Salah satu contohnya pas di pertigaan antara kampung barma dan kampung kambiori di kali terakhir menuju muara kali sebyar di situ harusnya terpasang rambu lintas atau penunjuk arah,”Bebernya

Kondisi sebagian jalan yang terkadang samar tak mengherankan jika dititik arah ini banyak pengendara yang hendak ke muara sebyar atau hendak ke kampung iriwara malah sebaliknya sering salah arah dan tak heran bila menuju ke arah Arta Mas.

“Disitu saya sangat keluhkan, pasalnya perhatian pemerintah daerah melalui instansi teknis dan bidang terkait tolong perhatikan hal ini, dan rajin-rajinlah turun lapangan untuk melakukan survei. Jangan nanti tunggu ada kendala baru saling menyalahkan,” katanya.

Kasus yang dialami Hendi kemungkinan besar masih akan terulang jika tidak ada rambu yang jelas tentang jalur yang sedianya harus tergerus di tambah lagi banyaknya jalur perusahaan atau jalan baru yang sementara di gusur di beberapa titik pasca beroperasinya salah satu perusahaan di bidang sawit tersebut.

“Kalau orang yang sudah sering melintas sudah tahu jalur itu namun kalau  bagi yang buta wilayah ini bisa terjun bebas ke jurang atau salah arah,” tukasnya.

Ia mengharapkan pemerintah segera membuat tanda bahwa jalur tersebut agar  bagi pengendara dapat lebih memperhatikan arah dan tujuan tempat yang dimaksud tanpa harus sering kehilangan arah atau bertanya kepada warga yang melintas. (ian)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.