Pemkab Raja Ampat Gelar Kegiatan FGD

Lensapapua–   Berdasarkan peraturan presiden no 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah dan peraturan pengolahan keuangan daerah, badan kepegawaian daerah kabupaten raja ampat menyelenggarakan fokus grup diskusi (FGD).

 

Kegitan berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 23 agustus sampai dengan 24 agustus 2017 bertempat di aula badan kepegawaian daerah, yang di ikuti oleh 200 peserta dari satuan kerja di lingkungan pemerintah daerah kabupaten raja ampat.

 

Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati menjelaskan bahwa kegitan ini sangat penting karena berkaitan dengan legal standing dalam kegitan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

 

Abdul Faris juga mengatakan, para pimpinan ekselon 2, 3 dan 4 beserta stafnya harus memahami betul materi yang disampaikan sehingga dalam menjalin kontrak kerja bisa dilakukan dengan baik.

 

Saya fikir ini kegitan yang serius untuk kita semua, karena berkaitan dengan legal standing dalam kegitan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, ini berkaitan dengan kontrak yang seringkali kita lakukan di masing SKPD  kita bekerja, dimana FGD ini saya berharap kepada para pimpinan ekselon 2,3 dan 4 serta staf nantinya harus betul betul semangat dan focus untuk mengikuti kegiatan ini. Kata Abdul.

 

Panitia pelasana kegiatan Adam Malik mengatakan Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan masukan mengenai informasi tantang tatalaksana pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di kabupaten Raja Ampat mulai dari perencanaan pengadaan barang dan jasa pemilihan penyedia hingga sampai menejemen pelaksanaan kontrak, sasaran kegitan ini dilaksanaan dan melibatkan pengguna anggaran kuasa pengguna anggaran pejabat pembuat komitmen pejabat penerima hasil pekerjaan tim teknis pejabat pengadaan.

 

Adam Malik juga menambahkan narasumber kegiatan ini adalah ahli pengadaan dari pusat pengkajian pengadaan Indonesia.

 

Kegitan focus diskusi grup tata laksana pengadaan barang jasa pemerintah di lingkungan kabupaten Raja Ampat, kegiatan ini didasari oleh peraturan presiden no 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa beserta pengunaanya dan diakaitkan dengan peraturan pengolahan keuangan daerah kepmen 58 tahun 2010, nama kegiatan fukus diskusi grup atau kelompok diskusi terarah tantang tatalaksana pengadaan barang dan jasa pemerintah di lingkungan kabupaten Raja Ampat.

 

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan masukan mengenai informasi tantang tatalaksana pelaksanaan pengadaan barang dan jasa mulai dari perencanaan pengadaan barang dan jasa pemilihan penyedia hingga sampai menejemen pelaksanaan kontrak.

 

Sasaran kegitan ini dilaksanaan dan melibatkan pengguna anggaran kuasa pengguna anggaran pejabat pembuat komitmen pejabat penerima hasil pekerjaan tim teknis pejabat pengadaan Narasumber adalah ahli pengadaan dari pusat pengkajian pengadaan Indonesia kata adam malik.

 

Abdul Faris menghimbau kepada peserta agar mengikuti kegitan ini dengan semangat dan focus agar tidak terjadi kesalahan nantinya dalam melakukan pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan kabupaten Raja Ampat.

 

Abdul Faris  juga mengatakan agar pimpinan pengambil kebijakan mengikuti dengan seksama karana bisa jadi pemimpin yang sekarang dalam mengadakan barang dan asa tidak mengalami kendala akan tetapi bila pimpinan sudah berganti dan di temukan kekeliruan dalam pengadaan barang dan jasa maka ini akan menjadi masalah.

 

Untuk itu diharapkan pimpinan pengambil keputusan mengikuti acara ini dengan serius agar hal ini tidak terjadi. Dalam kesempatan ini bupati juga menyerahkan sertifikasi kepada 2 orang atas nama Harry Setia Budi dan Sherly Pamela Kalitou. (anang/RED)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.