Pelayanan Optimal untuk Peserta JKN-KIS melalui Service Officer BPJS Kesehatan Biak

Lensapapua,Biak – Alur pelayanan peserta JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Biak Numfor mengalami pembaruan. Jika sebelumnya security merangkap menjadi service officer, kini service officer berdiri sendiri.

Service officer yang ditunjuk dapat lebih dari 1 (satu) orang dan bertugas setiap hari dari pukul 08.00-15.00 WIT di area pelayanan. Penunjukkan service officer didasarkan dengan surat tugas yang ditanda tangani oleh Kepala Cabang.

“Sebelum ada service officer, pemberian informasi terhadap peserta memang terbatas dan waktu tunggu antrean yang agak lama sebelum dilayani oleh frontliner. Diharapkan keberadaan service officer ini mempercepat pelayanan peserta dengan efisien,” ungkap Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Biak Numfor Nur Hidayat, Rabu (30/09).

Dijelaskan lagi oleh Hidayat, alasan service officer tidak bisa dirangkap karena adanya lima tugas dan tanggung jawab, antara lain melakukan pengecekan kesiapan area pelayanan, mengecek kesiapan perangkat aplikasi Customer Service Time Index – Survey Pelanggan (CSTI – SUPEL), mengecek kesiapan formulir/berkas pendukung, melakukan fungsi checker, serta memberikan edukasi serta informasi terkait pelayanan BPJS Kesehatan.  Jika ada peserta yang memiliki berkas tidak lengkap maka peserta diminta untuk melengkapi berkas terlebih dahulu.

Manfaat keberadaan service officer sudah dirasakan oleh salah satu peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Heru Cahyono (51) merupakan seorang guru SMP yang bertempat tinggal di Kelurahan Sorido.

“Sekitar satu bulan yang lalu saya datang ke Kantor BPJS Kesehatan karena mau mengurus pengalihan tanggungan untuk kedua anak saya yang sebelumnya ditanggung oleh istri saya. Namun saya tidak tahu apa saja yang perlu saya siapkan. Jadi saya harus menunggu antrian dulu sebelum dipanggil oleh petugas frontliner,” katanya.

Ia tahu bahwa tidak semua orang memiliki keluhan yang sama sehingga waktu pelayanan pun bisa lama atau bisa cepat juga. Namun ketika saya datang kembali, kelengkapan data dan berkasnya sudah di cek dulu jadi ketika di depan oleh service officer.

“Jadi frontliner tidak perlu lagi memeriksa satu-satu. Menurut saya keberadaan service officer membantu dan mempercepat pelayanan,” ungkap Cahyono.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.