Pelaku Pemerkosaan Disertai Pembunuhan Terhadap Kezia 5 Tahun Dituntut Hukuman Mati

Lensapapua–  Terkait kasus pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap anak dibawah umur (Kezia 5 tahun) yang terjadi beberapa waktu lalu dikota Sorong.

Menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Republik Idonesia, Yohana Yembise, langsung menyikapi kejadian tersebut dengan melakukan inspeksi mendadak ke Kota Sorong.

Yohana Yembise memastikan, terhadap ketiga pelaku jika ditinjau dari Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 maka sudah bisa dituntut hukuman mati sebagaimana yang tercantum dalam UU. 17 tahun 2016 dimaksud. Senin (16/1)

Hal ini disebabkan karena perilaku ataupun perbuatan yang dilakukan ketiga pelaku atau tersangka sudah diluar batas kemanusiaan, sehingga menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak RI mendukung sepenuhnya, apabila kepolisian menggunakan UU tersebut dalam menuntut ketiga tersangka.

Diakui Yohana Yembise, 1atau dua orang dari ketiga pelaku ada yang berusia dibawah umur, namun masih akan ditinjau kembali status hukum pada pelaku yang dibawah umur tersebut.

Ditegaskan Yohana Yembise, sebagai menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak RI dan juga sebagai putri Papua akan mendukung penuh  apalagi kasus ini terjadi diwilayah Papua.

Sepanjang kasus Yuyun yang terjadi di Lampung beberapa tahun lalu, dirinya mendapat tekanan dan presure dari masyarakat.

Tidak hanya itu, kasus kekerasan pada anak maupun kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap anak maupun terhadap perempuan mendapat sorotan dari dunia internasional. dimana negara-negara sahabat dan negara tetangga menyurati Yohana sebagai menteri yang dinilai masih kurang tegas terhadap pelaku.Sehingga dikatakan angka kejahatan terhadap anak tersebut tidak mengalami penurunan.

Oleh sebab itu, melalui UU No. 17 tahun 2016 yang telah disahkan oleh DPR dan pemerintah, secara tegas ditekankan Yohana bahwa hal tersebut memberikan dampak yang kurang baik terhadap kegiatan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat.

Pada kunjungannya, Yohana Yembise juga melakukan dialog di RRI Sorong  bersama masyarakat untuk menampung aspirasi-aspirasi yang menekankan, agar kedepan apa yang menjadi tuntutan masyarakat bisa disikapi lebih cepat lagi.

Karena kekerasan terhadap anak ini tidak akan pernah berhenti. dan diharapkan terhadap kasus Kezia, merupakan kasus yang ter-akhir dinegara Indonesia. serta kedepan bisa lebih ramah terhadap anak. RED

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.