Ortu Harus Selektif Awasi Anaknya Dari Bahaya Narkoba.

ilustrasi.

MANOKWARI, — Para orang tua diminta bersikap selektif dalam ikut mengawasi secara tegas terutama bagi usia masa anaknya yang telah bersekolah atau menuntut ilmu
pada tingkat pendidikan usia remaja, yakni yang telah duduk dibangku SMP,  dan SMA. karena banyak hal negatif yang bisa didapatkan jika orang tua tidak bijak dan arif.

Kasi Pencegahan BNNP Papua Barat Nujanah, S.sos, saat melaksanakan kegiatan Diseminasi Informasi melalui Media Penyiaran P4GN Kepada Keluarga bekerjasama dengan BKKBN dengan tema “peran BKKBN dalam Upaya P4GN”, bertempat di Pro 1 RRI Manokwari, Rabu (22/11) mengatakan, pada usia remaja pertumbuhan anak wajib dan secara selektif perubahan sikap dan perilaku anak harus di awasi ketat. Sebab pada usia remaja, anak – anak muda untuk terpengaruh sesuatu hal yang baru,  dan ingin mencoba beberapa hal yang menurut sebagaian orang adalah menantang atau istilah ngetrend.

Oleh karena itu sebagai lembaga yang keras melawan Narkoba dan peredarannya, BNNP PB meminta kerjasama kepada para orang tua, untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja dengan selalu memberikan pengawasan yang melekat kepada putra putrinya dalam pergaulan terutama saat berada diluar rumah. Karena hal ini bukan hanya tanggungjawab para pihak berwajib, dan pihak sekolah saja tetapi juga para orangtua mengawasi anakanya.

Kasi Pencegahan menyampaikan bahwa ada Beberapa strategi sederhana yang dapat dilakukan orang tua dalam upaya pencegahan narkoba diantaranya yaitu Orang tua harus memiliki pengetahuan secara jelas tentang narkoba, agar dapat memberikan pengetahuan dan pembekalan pada anak tentang ganasnya narkoba dan bagaimana cara menghindarinya. Dan harus bisa rutin memeriksa barang bawaan anaknya dan memeriksa tempat penyimpanan yang sering digunakan si anak jika telah berani mencoba dan mengkonsumsi Miras dan Narkoba.

” Cek secara berkala kondisi kamar ( bila anak memiliki kamar pribadi ), pakaian yang habis dipakai (isi kantong, aroma pakaian, dll) tas sekolah dan atribut lainnya. Dimana dalam melakukannya perlu strategi yang baik agar tidak menimbulkan konflik dengan anaknya,”Ujar Nurjanah.

Diharapkan dengan adanya dialog interaktif ini, terutama seluruh anggota keluarga, bisa memperoleh informasi yang tepat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Dengan demikian di dalam keluarga dapat ditanamkan sejak dini pola hidup sehat dan kegiatan positif agar terhindar dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.  Sebab peran orang tua sangat diperlukan untuk memutuskan apakah anak mereka sudah tepat untuk bersekolah dengan benar, terutama dalam kesiapan mental dalam melihat dan menghadapi serta pemecahan persoalan yang ditemui, diusia – usia pergaulan masa remajanya.

” Termasuk selalu mengawasi dan memantau pendidikan anak selama melakukan sesuatu dengan teman, diluar jam belajar sekolah. dengan harapan tidak cepat terkontaminasi dengan pengaruh yang negatif, sehingga bisa cepat selesaikan sekolah dan menjadi penerus bangsa bebas Miras dan Narkoba, “Tukasnya. (ian)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.