Ombudsman Wujudkan Program Sahabat LAPOR, Setingkat SMA/SMK Manokwari.

Potret bersama sahabat. Ombudsman setingkat Pelajar SMA/SMK Se-Manokwari.

MANOKWARI, — Puluhan Siswa/Siswi pelajar dari tingkat SMA/SMK di Manokwari tampak antusias saat mengikuti workshop Memahami Pelayanan Publik yang ditaja Ombudsman Perwakilan Manokwari.
Apalagi saat sesi tanya jawab, secara bergantian peserta memberikan pertanyaan untuk Ombudsman Perwakilan Manokwari sembari diisi dengan beberapa rangkaian permainan pengetahuan.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Lantai 2 Hotel Swisbell Manokwari, Jumat (29/9) Kepala Ombudsman Manokwari melalui Bidang Divisi Pengawasan Ombudsman Yunus. Kaipman mengatakan, dalam workshop tersebut, para pelajar mendapat penjelasan tentang pelayanan publik. Bagaimana seharusnya pelayanan publik itu berjalan khususnya didunia pendiikan setingkat sekolah SMA/SMK se – Manokwari. Di dalam workshop juga dijelaskan tentang apa itu Ombudsman, tata cara melapor ke Ombudsman, bagaimana proses pelaksanaannya. Dalam bentuk pemaparan lewat penjelasan langsung dan juga dalam bentuk video.

” Harapan kami proteksi pemahaman akan pentingnya pengawasan layanan publik khususnya pada bidang pendidikan sangat penting dipahami bagi para pelajar. Mengingat usia setingkat SMA/ SMK sudah mempunyai wawasan yang cukup untuk menjadi promotor Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR),”Ujar Kaipman.

Kaipman mengatakan, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Ombudsman Republik Indonesia bersama Pemerintah Indonesia telah rutin menyosialisasikan Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) sebagai Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N), hal ini dengan maksud untuk pelayanan publik yang lebih baik.

Dimana instrumen LAPOR sudah cukup lengkap kanal pengaduannya mulai dengan cara sms ke 1708, wepsite atau mobile apps. Sistem ini juga digunakan secara nasional. Terkait unit lembaga pengaduan yang ada di instansi pemerintahan masing masing daerah, dengan kehadiran sistem LAPOR maka tidak ada yang perlu diganti atau dihilangkan. Justru unit pengaduan tersebut cukup diintegrasikan ke dalam sistem LAPOR untuk menambah eksistensi dari daerah itu sendiri.

Menurutnya, dengan undang undang otonomi daerah, Ombudsman juga menjadi bagian dari pengawasan pelayanan publik sehingga untuk memudahkan pengawasan maka dibentuk satu sistem yang bisa diintegrasikan ke daerah.

“Pemusatan pengelolaan datanya ada disana, nanti semua akan terintegrasi dalam sistem itu termasuk permasalahan di tingkat daerah juga bisa dinput,” pungkasnya.

Sehingga melalui kegiatan yang mengusung tema mengenal ombudsman lebih dekat bersama Pelajar SMA/SMK se – Manokwari, perwakilan Ombudsman Manokwari berharap, hal terkait fungsi kontrol pengawasan kepada setiap layanan publik dapat terkontrol dengan baik. (ian)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.