Meski Jarang Dipakai, JKN-KIS Tetap Sangat Diperlukan

Lensapapua, Biak – Opick Taufik Auriyanto (32) merupakan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang berasal dari Kabupaten Biak Numfor yang terdaftar dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Artinya setiap bulan Opick sapaan akrabnya membayar iuran dengan cara dipotong gaji melalui kantor tempat dirinya bekerja.

Sebelum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari segmen PPU, Opick merupakan peserta dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri. Sehingga jauh sebelumnya, memang Opick dan keluarga sudah memahami betul pentingnya mengikuti jaminan kesehatan tersebut.

“Memiliki jaminan kesehatan itu wajib dan sangat diperlukan, kita tidak pernah tahu kapan sakit itu datang. Terlebih seperti kondisi wabah virus corona saat ini, yang benar-benar tidak mengenal kepada siapa dan kapan virus itu akan menjangkit,” ungkap Opick ketika ditemui di kantornya pada Rabu (27/05).

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga kontrak di Pengadilan Agama Negeri Biak tersebut menceritakan bahwa memang dirinya jarang sekali menggunakan kartu JKN-KIS tersebut untuk berobat. Namun hal tersebut tidak menjadikannya masalah ketika dirinya tetap memiliki kewajiban untuk membayar iuran setiap bulannya.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur karena sampai dengan saat ini saya masih diberikan kesehatan, sehingga saya jarang menggunakan kartu tersebut untuk berobat. Akan tetapi hal itu tidak membuat saya merasa rugi ketika saya tetap harus membayar iuran setiap bulannya melalui sistem potong gaji. Kalaupun saya tidak menggunakannya, saya yakin iuran tersebut pasti akan bermanfaat bagi orang yang lain yang lebih membuthkan, karena ini merupakan wujud daripada gotong royong, dimana yang kaya bantu yang miskin dan yanh sehat bantu yang sakit,” kata Opick.

Opick menambahkan cerita bahwa sudah seringkali mendengar dari teman-teman kerja di kantor maupun keluarga besarnya tentang pengalaman mereka yang telah memanfaatkan Program JKN-KIS tersebut. Cerita-cerita itulah yang semakin membuka pikirannya bahwa jaminan kesehatan itu memang sangat diperlukan untuk masyarakat dan itu semua bersumber dari kesadaran masing-masing individu.

“Seharusnya kita semua paham betapa pentingnya jaminan kesehatan tersebut. Karena semua juga untuk perlindungan kita, jadi semua akan kembali pada kita. Tetapi jangan lupa kewajibannya untuk membayar iurannya juga, jangan hanya ikut tapi tidak rutin membayar. Nanti kalau mau memanfaatkan untuk berobat juga repot. Prinsipnya dipakai atau tidak dipakai kita harus tetap tertib bayar iurannya,” ucap Opick.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.