Site icon Lensapapua.com

Lestarikan Nilai Budaya Tiap Daerah Melalui Revitalisasi Bahasa

Lensapapua –  Pj Gubernur Papua Barat Daya, diwakili pelaksana tugas Asisten III Setda Atika Rafika menuturkan, dengan adanya peluncuran revitalisasi bahasa daerah Moi ini, dimaknai sebagai upaya pelestarian nilai budaya pada setiap daerah.

 

Termasuk kita yang ada di Kota dan Kabupaten Sorong. Selain bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan kita di Tanah Air yang digunakan dalam berkomunikasi dengan sesama anak bangsa.

 

Dicontohkannya, Alhamdulillah dua buah hatiku ada yang mengikuti pendidikan di Jepang dan Perancis. Ketika mereka pulang berlibur di rumah saya harus ajarkan anak-anak untuk menggunakan bahasa Bugis. Kebetulan saya juga berasal dari suku Bugis, jelas Atika, saat Rakor revitalisasi bahasa daerah Moi, berlangsung di Aimas Convention Centre, Rabu (15/3-2023).

 

‘Hal seperti ini yang harus kita sebagai orang tua lakukan agar anak-anak kita setidaknya mereka juga bisa bicara bahasa ibunya sendiri,”imbaunya.

Sekarang ini di daerah Sulawesi Selatan pada umumnya mereka sudah menggunakan bahasa daerah sebagai muatan lokal di sekolah.

 

Begitu juga di wilayah lain. Seperti di Jawa dan Sunda juga telah melakukan hal yang sama, dan kita di Papua juga harus bisa menggunakan bahasa daerah pada setiap wilayah, sesuai dengan karakteristiknya masing-masing, sambungnya.

 

Untuk itu, saya atas nama Pemprov Papua Barat Daya memberikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat dalam hal ini melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, yang telah kembali melakukan revitalisasi bahasa daerah.

 

Dimana, telah mendorong kami di daerah dengan adanya revitalisasi bahasa daerah ini untuk bisa menggunakan bahasa daerahnya, baik kegiatan di sekolah maupun di mana saja kita berada, tuturnya. (rim/red)

Exit mobile version