Lakukan Study Kelayakan Managemen PT. Gag Nikel Terjun Kelapangan

Presdir. PT. Gag Nikel. Risono.

Lensapapua–   Presiden Direktur PT  Gag Nikel Risono mengemukakan, yang pertama kita datang berkunjung menemui sejumlah pejabat di Kabupaten Sorong, yakni dalam rangka untuk melakukan studi kelayakan (Facibility study) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, terkait dengan adanya rencana pembangunan Smelter yang kapasitasnya 40.000 ton Nikel, ujarnya di Aimas, Senin (01/07-2019).

 

Kita sedang melakukan apakah kawasan yang ada di sini (Sorong)  termasuk kesiapan infrastrukturnya apakah layak atau tidak. Kalau sesuai dengan penjelasan dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, baik dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Bapperlitbang melalui rapat tadi kita mengerucuk pastinya layak.

Sekarang tinggal bagamana kita mendetailkan finansial modelnya, baik masalah teknis, hitungan bisnisnya maupun juga dari sisi lingkungan semua akan kita detailkan lagi, jelas Risono.

 

Kita berharap selama tim dari Perusahaan Sandong Singhae asal China merupakan mitra bisnis Gag Nikel yang akan membangun Smelter (bisnis pengolahan dan pemurnian berbasis Nikel) yang akan melakukan survey selama 3 hari hingga Rabu 03 Juli nanti.

 

Ada 4 kriteria yang dipenuhi Sandong Singhae ini sebagai mitra Gag Nikel, dimana pertama  dari perusahaan tersebut menguasai teknologi terutama Smelter, baik Veronikel maupun Stainless Steel.

Berikutnya perusahaan tersebut menguasai pasar, sehingga  ketika kita memproduksi Smelter di KEK Sorong ini untuk penjualan eksport sudah menguasai pasarnya.

 

Selain itu pihak perusahaan yang menjadi mitra kerja kami ini mereka juga siapkan masalah pendanaanyang cukup kuat Dan perusahaan Sandong Sanghae juga kapasitas mereka sebagai minoritas saja, dan mayoritas tetap milik ‘Merah Putih’ dalam hal ini PT Gag Nikel dan Antam sebagai BUMN, urainya.

 

“Dari yang dipersentasikan secara umum tadi saya melihatnya oke. Hanya untuk meyakinkan perlu lebih detail lagi,”ucap Risono.

 

Jadi, inti dari  kedatangan kita di Sorong untuk melihat langsung bagaimana kesiapan sumber airnya seperti apa, progress pembangunan di KEK seperti apa Karena kunci dari pembangunan Smelter ini kebutuhan airnya sangat besar.

 

Seperti yang telah disebutkan tadi kebutuhan air minimal 150 liter/detik. Memang dari potensi yang ada sekitar 5.000 liter/detik. Jadi kita butuh rilnya berapa perlu kita detailkan, tutupnya. (Red/rim)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.