Kunker Ke Biak dan Supiori, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pemprov Papua Apresiasi Kinerja Pemkab.

dr Silwanus Sumule, Jurbir Satgas Penaganan Covid-19 Pemprov Papua

Lensapapua, Biak – Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresiasi bagi pemerintah daerah Biak Numfor atas upaya yang di lakukan untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Biak Numfor yang saat ini masuk dalam 5 besar Epicentrum covid-19 di Provinsi Papua, dengan angka kesembuhan yang cukup tinggi.

“Pemprov Papua memberikan apresiasi untuk langkah – langkah cepat, cerdas, taktis yang telah dibuat oleh gugus tugas Kabupaten Biak Numfor dalam penanganan Covid-19, walaupun memang ada 1 angka kematian tetapi pasien berasal dari luar daerah yang tercatat di biak,” demikian dikatakan dr Silwanus Sumule, Jurbir Satgas Penaganan Covid-19 Pemprov Papua saat ditemui Wartawan di Biak, Selasa (11/08/2020).

Kunjungan kerja dan rapat koordinasi tim satgas covid-19 di wilayah seireri ini, tidak hanya menyangkut aspek kesehatan, tetapi juga terkait kerja aspek ekonomi, aspek dampak sosial, serta dampak jaring pengaman sosial.

“Semua itu dijelaskan oleh Bupati Biak Numfor kepada kami secara detail luar biasa, kami betul-betul mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan ini dan tim kita harus melaporkan kepada Bapak Gubernur,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini juga, tim mengunjungi pembangunan Rumah Sakit Rujukan Covid di Biak yang rencananya diresmikan pada 16 Agustus 2020. Pemprov Papua baru mendapat sejumlah ventilator dari Amerika Serikat sebanyak 70 unit, dan akan didistribusikan ke Biak Numfor sebagai bentuk dukungan untuk RSUD Rujukan covid di Biak dan RSUD Kabupaten Supiori.

“Hal yang sama juga untuk supiori, kami brtemu dengan Bupati Supiori, kami juga mengunjungi rumah sakit yang baru, disana malah sudah masuk zona hijau, sudah tidak ada kasus covid-19 lagi, kita harapkan agar tetap dipertahankan,” tuturnya.

Dijelaskan bahwa Pada prinsipnya pemprov papua akan membackup, mulai dari APD dan pemeriksaan PCR. Pemprov Papua juga akan mendukung TCM ke Supiori dan Yapen, sementara di Biak Sudah memiliki TCM hanya saja terkendala di catriksnya.

“Kami akan tetap bantu namun perlu diketahui catriks produksinya terbatas, Untuk Provinsi papua hanya 125 catriks per minggu,” katanya.

Selain itu juga, Sumule menambahkan catatan khusus menyangkut anak-anak sekolah, sesuai kebijakan saat ini bahwa kewenangan memulai aktifitas sekolah ada di kabupaten/kota sendiri dengan memprioritaskan prinsip dasar keselamatan dan kesehatan anak didik.

“Pembukaan sekolah harus secara bertahap, pastikan dulu semua protokol kesehatan telah disiapkan di sekolah tersebut, kalau misalnya ada 30 anak atau 40 anak maka harus masuk setengah, jadi harus ada izin dari Komite sekolah, terutama izin dari orangtua, apakah anak-anak boleh sekolah atau tidak,” imbuhnya.

Sumule menghimbau di masa Adaptasi new normal, masyarakat harus mendukung segala upaya yang dilakukan tim satgas penanganan covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan, Pakai masker, cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir jangan berkumpul dan jaga jarak.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, William R. Manderi, SIP.M.Si

Sementara itu, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, William R. Manderi, SIP.M.Si menjelaskan bahwa Rapat koordinasi kunjungan kerja ini dilakukan untuk penyamaan persepsi berkaitan dengan penanganan covid – 19, merupakan agenda pemerintah provinsi Papua untuk melihat sejauh mana penyelenggaraan atau pelaksanaan kegiatan covid19 yang dilakukan oleh kabupaten /kota di provinsi Papua.

“Terima kasih bagi pemerintah Biak Numfor dan Supiori serta stakeholder yang ada karena dengan begitu antusias melakukan semua kegiatan penanganan covid-19 ini dengan baik, karena kunci utama adalah komitmen pemimpin untuk turun melihat lngsung  penyelenggaraan penanganan, kedepan kami berharap kunjungan kami ke wilayah Seireri ini akan memberikan hasil tentang kebijakan yang diambil oleh provinsi papua,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.