Kru dan Penumpang Sriwijaya Selamat dari Maut

banner 120x600
banner 468x60

 

Pesawat Sriwijaya Air tergelincir di Bandara Rendani Manokwari (31/5).

MANOKWARI, Lensapapua – pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ570 rute Sorong (SOQ) – Manokwari (MKW) tergelincir di landasan pacu (runway) bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat, Rabu pagi (31/5). Beruntung dalam insiden ini Kru dan Anak Buah pesawat maskapai Sriwijaya Air berhasil di evakuasi melalui pintu darurat pesawat saat itu juga.

banner 325x300

Dimana saat pesawat Boeing Sriwijaya Air dengan nomor registrasi SJ 570 hendak mendarat di Bandara Rendani, diperhadapkan dengan kondisi cuaca di sekitar bandara yang sangat buruk, akibat hujan deras yang mengguyur Kota Manokwari mulai dari subuh hingga siang hari,  membuat kawasan daerah Bandara pun berkabut dan menghalangi lintas pandang penerbangan pesawat maskapai.

Tergelincirnya pesawat Sriwijaya Air itu diduga disebabkan kondisi landasan pacu yang licin akibat hujan, ditambah kondisi Ban depan  pesawat yang pecah saat melakukan pendaratan.

Kapolres Manokwari AKBP CH rony Putra, S. ik saat dimintai kronologi kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air PK – CJC Tipe Boing 737/300 dengan no penerbangan SJ 570, berkapasitas 150 penumpang  itu mengatakan,  kecelakaan terjadi sekira pukul  09.14 WIT saat pesawat landing di bandara rendani Manokwari.

” Penyebabnya cuaca buruk akibatnya pesawat tergelincir. Informasi awal dari TKP rodanya patah,  tapi nanti saya lihat lagi karena sy sudah koordinasi dengan kepala bandara dan angkatan laut,” kata Kapolres.

“Nanti dengan angkatan laut menggunakan crane untuk angat pesawat karena roda pesawat masuk ke tanah,” jelas Kapolres.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air tergelincir dan keluar landasan pacu sekitar 20 meter saat mendarat di Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat, Rabu (31/5/2017) pukul 08.00 Wit. Dimana Pesawat tersebut terbang dari Kota Sorong dengan membawa penumpang sebanyak 146 orang yang terdiri dari 139 orang dewasa dan tujuh anak serta bayi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun pesawat mengalami kerusakan pada bagian depan pesawat.

Adapun sesuai pantuan media ini hingga Rabu sore hari pukul 17.00 wit, Pihak Bandara dibantu pihak Kepolisian, dan Basarnas masih berusaha menarik badan pesawat untuk keluar dari lokasi kejadian, dan akan dilanjutkan kamis, (01/6) jika badan dan roda depan pesawat belum dapat ditarik keluar dari dalam lumpur tanah tersebut. .

Akibat dari hal ini, Bandara Rendani saat ini masih ditutup untuk penerbangan komersial lainnya, dan pihak otoritas Bandara pun masih belum dapat merilis siaran pers lebih lanjut atas peristiwa ini. (ian)

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.