Karena Status Facebook, Pemilik Akun Dilaporkan Oleh Tenaga Medis Biak Ke Polisi

Lensapapua, Biak – Para petugas/tenaga medis RSUD Biak Numfor melakukan Laporan Polisi terkait status salah satu akun di Media sosial yang menuding pihak RSUD Biak memberikan diagnosa yang keliru terhadap pasien yang merupakan keluarganya saat berada di ruang UGD RSUD Biak, Selasa (21/07/2020).

Direktur RSUD Biak Numfor, dr Richardo Mayor menjelaskan bahwa sebelumnya pada Kamis 16 Juli 2020 lalu, ada pasien balita yang diantarkan keluarganya ke RSUD Biak karena mengalami kejang, dan sesuai dengan kebijakan Rumah Sakit, semua pasien yang masuk di UGD akan di screening covid-19.

“Sesuai kebijakan rumah sakit, semua pasien yang masuk di UGD pasti di screening covid-19, untuk memastikan pasien itu statusnya seperti apa, sekaligus untuk mengamankan keluarga dan mengamankan petugas medis, pada waktu di screening ternyata tergambar pasien ini reaktif,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa sesuai prosedur yang diterapkan di RSUD, pasien yang screening covid-19 reaktif akan ditempatkan di ruangan isolasi karena di UGD dan ruang perawatan RSUD Biak juga telah disiapkan ruang isolasi.

“Nah pada saat akan ditempatkan sementara di ruang isolasi untuk menunggu besok harinya akan dilakukan pemeriksaan Swab, karena di RSUD Biak sudah bisa melakukan pemeriksaan Swab, keluarga pasien tidak menerima, mereka malah marah – marah, bahkan ada petugas kami mau dipukuli, kemudian keluarga membawa pulang pasien,” jelas dr Richardo.

“Berikut dari pihak RSUD, kami sudah diskusikan bersama untuk mengerti keadaan saat itu karena memang banyak masyarakat yang belum paham tentang penanganan covid-19, jadi kita sudah lupakan persoalan ini dan ternyata tadi pagi ada akun YM yang memberikan postingan yang betul betul menusuk hati seluruh petugas kesehatan,” lanjutnya.

Inti dari postingan YM di Medsos adalah menuduh RSUD Biak memanfaatkan untuk mencari keuntungan secara finansial, memperkaya diri sendiri dan juga mengutuk petugas medis di RSUD Biak terkena Covid-19

“Seolah – olah covid-19 ini adalah usaha atau upaya petugas kesehatan untuk mencari uang, ini adalah suatu tuduhan yang sangat kejam dan menyakiti hati banyak orang, terutama petugas kesehatan, dan kami sepakat hal ini tidak boleh terulang lagi dan untuk memberikan efek jera maka kita laporkan secara resmi ke Polres Biak Numfor untuk diproses secara hukum,” ungkap Dirut RSUD Biak.

Dengan harapan agar orang tidak seenaknya untuk mengetik hal hal yang tidak benar di media sosial, apalagi mengungkapkan secara verbal dengan cara yang tidak pantas.

Sementara itu Wakapolres Biak Numfor, Kompol Maulia Kuswicoksono SIK, membenarkan adanya kedatangan puluhan tenaga medis ke Mapolres Biak Numfor untuk membuat laporan terkait insiden yang terjadi di RSUD Biak.

“Berdasarkan laporan itu, kita laksanakan mekanismennya seperti penerimaan laporan dan pembuatan laporan polisi, sekarang prosesnya sedang berjalan untuk melakukan memeriksa saksi – saksi yang ada di tempat kejadian di RS yaitu pihak medis dan keluarga pasien, untuk kelanjutanya saya pastikan proses nya akan tetap dijalankan,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.