Kapolda Papua Barat, Safari Kamtibmas di Masjid Al Fallah

MANOKWARI, Lensapapua — Banyak cara Polisi untuk bisa menyampaikan pesan Kamtibmas kepada masyarakat, salah satunya dengan  bersilaturrahmi kepada ulama atau masyarakat di tempat peribadatan. Hal inilah seperti yang dilakukan oleh Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs. Martuani Sormin, M.Si saat melakukan Safari Kamtibmas di Masjid Al Fallah, AMD Wosi Manokwari, (5/5/2017).

Adapun tujuan safari yang di lakukan  ini adalah untuk mengikrarkan tali silaturahmi jajaran kepolisian sebagai pengayom kmtibmas bersama jajaran masyarakat, khususnya kepada para ulama atau tokoh agama demi meningkatkan kesadaran hukum dan menjaga ketertiban daerah disekitar wilayah tempat tinggalnya.

Sebagaimana terbagi kedalam 3 kelompok masalah pokok bangsa yakni ancaman terhadap wibawa negara, kelemahan sendi perekonomian bangsa, serta terutama tentang intoleransi dan krisis kepribadian bangsa, Kapolda menilai hal ini sebagai salah satu bentuk implementasian kesadaran hidup bermasyarakat yang selalu digiatkan.

Beberapa hal yang disampaikan Kapolda adalah tentang isu serta informasi dan keadaan yang sementara menjadi persoalan polemik di tengah kehidupan bermasyarakat, dinilai cukup progesif menggoyah sistem demokrasi yang madani.

” Ada ekitar 700 etnis di indonesia. Oleh sebab itulah asas intoleransi dan krisis kepribadian menjadi dasar timbulnya berbagai demokrasi yang terkadang menyebabkan terjadinya pergesekan konflik sosial. Oleh sebab itu masyarakat indonesia harus saling menjaga toleransi,”Ujarnya

Kapolda menegaskan sebagai masyarakat yang berbangsa indonesia harus mampu dan berama menjunjung tinggi nilai – nilai hidup berbangsa sebagaimana yang telah dituangkan kedalam Empat pilar : Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. Sehingga Dari hal ini menjadi dasar untuk bersama menghimpun masyarakat untuk bersama menjaga ketertiban dan keamanan bangsa.

” Kejahatan jalanan yang marak terjadi disebabkan juga masih tingginya kemiskinan, dampak kehidupan sosial yang belum merata dengan baik. Juga kehidupam pergaulan para anak muda yang  sebagai orang tua jika tidak mengontrolnya dengan baik, maka akan menimbulkan penigkaatan  sisi kriminalitas yang berawal dari sebuah tatanan keluarga yang tidak terkontrol,”Jelas Kapolda

Hal ini sebagaimana Tindak pidana kejahatan seperti penganiyaan, pemukulan, curanmor dan kekerasan menggunakan sajam dalam perampokan, banyak tersangka adalah pada usia yang masih produltif.  Oleh sebab itu,  Kapolda meminta agar masyarakat selalu menopang serta memberikan dukungan  kepada personil Bhabinsa dalam menjaga keamanan di sekitar 981 kampung, pada distrik / kota manokwari. dimana masyarakat di minta turur berperan aktif. Seperti segera melaporkan kepada aparat pihak kepolisian jika terjadi sesuatu hal yang dapat menimbulkan perpecahan paham radikalisme serta mencegah sejak dini unsur kejahatan yang timbul disekitar masyarakat. Hal ini agar langsung pihak kepolisian mendapatkan hasil yang baik dalam mendukung peran serta masyarakat dalam menjaga khamtibmas. (ian)

 

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.