Kabupaten Sorong sebelumnya Adalah Daerah Transmigrasi

20160516_182942

Lensapapua – Sekda Kabupaten Sorong Dr. Ir. Albertho H. Solossa, M,Si., dihadapan rombongan dari Pemprov Sumatra Utara, mengatakan awalnya daerah ini penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Sorong setelah dimekarkan daerah baru tersebut. Bahkan sebenarnya di pusat pemerintahan Kabupaten Sorong di Aimas, dulunya sebagai daerah pusat transmigrasi, katanya, Selasa (17/5).

Jadi, di sini (Aimas ibukota Kabupaten Sorong) sekarang   termasuk daerah baru penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan setelah dimekarkan Kotamadya Sorong, ujar Solossa.

Selanjutnya, yang dititikberatkan dalam pembangunan tahapp awal daerah ini lebih difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan serta membuka akses jalan menuju ke beberapa distrik yang ada pada waktu itu.

Untuk saat ini dari semua distrik (kecamatan) yang ada terkait dengan pembukaan akses jalan hampir semuanya sudah terhubungkan, baik dari ibukota Aimas menuju distrik-distrik yang ada di wilayah ini.

“Intinya hal yang paling spesifik kunjungan tamu kita dari Pemprov Sumatra utara pada hari ini, yakni terkait adanya dana Otsus Papua. Merekapun respon sangat bagus sekali, karena ini terkait perlindungan terhadap masyarakat asli Papua,” aku Solossa.

Salah satu ciri khas dengan adanya Otsus Papua, yakni kalau maju menjadi calon bupati/walikota  harus orang asli Papua, sedangkan wakilnya bisa dari luar Papua. Sementara untuk gubernur dan wakil gubernur, kedua-duanya harus putra daerah Papua.

Begitu pula untuk dana Otsus lebih diperuntukkan bagi orang asli Papua, baik pembangunan infrastruktur jalan, penanganan masalah kesehatan, pendidikan semuanya diutamakan bagi orang asli Papua.

Mereka juga ingin mengkolaburasikan wisata Sorong dengan wisata alam Danau Toba. Tadi kedatangan tamu kita ini tidak ada rencana untuk kerjasama, tapi lebih mengarah untuk  melakukan studi banding saja.

Studi banding yang mereka lakukan di tiga daerah saja, yakni Kabupaten Sorong, Kota Sorong dan Kabupaten Raja Ampat. Dan ketiga daerah ini sebagai sampelnya saja, jelas Solossa.

Lanjutnya, tadi juga saya jelaskan juga bahwa kita di Papua umumnya ada sekitar 250 bahasa daerah, dengan ciri khas dan budaya adat yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain, tutupnya. RED

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.