Kabid Humas Polda PB : “Terbukti Buat Onar Di LIN Hotel, Oknum Anggota Di Proses”. 

MANOKWARI, lensapapua – Seorang oknum anggota polisi  yang diketahui membuat keributan di LIN Hotel Manokwari, jalan Merdeka, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, 27 Juni 2017 lalu sesuai isi rekaman Closed Circuit Television (CCTV) milik hotel yang diunggah ke media sosial (medsos) facebook milik akun salah satu pegawai / Karyawan LIN Hotel, akan di proses sesuai dengan ketentuan Hukum dan kode etik kepolisian. Hal ini di tegaskan Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs. Martuani Sormin,M.Si, Melalui Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP. Harry Supriono, S.ik, saat di konfirmasi, Kamis (29/6), terkait isi pemberitaan yang di publishkan sebelumnya oleh Wartaplus.com (27/6) lalu.

Dimana Dari rekaman sekilas CCTV tersebut terlihat jelas oknum yang disebut-sebut polisi yang bertugas di jajaran Polres Manokwari unjuk jago dan sedang mengejar beberapa karyawan di halaman hotel, loby dan sampai ke dapur, termasuk obrak-abrik aset tidak bergerak didalam hotel tersebut, akan di sikapi penyelesaiannya berdasarkan LP yang ada.

” Intinya jika itu benar adalah Oknum Polisi maka akan ditindak dan akan di berikan hukuman disiplin, karena telah merusak dan menganggu fasilitas umum. Sementara sudah di tangani Propam Polres Manokwari,”Ujar Harry saat di konfirmasi melalui via telpon (29/6).

Terkait hal ini pula Kabid Humas Polda Papua Barat Harry Supriono,  sangat mengesalkan sikap yang di lakukan oleh seorang Abdi negara jika terbukti yang bersangkutan adalah seorang Polisi, dan melakukan Tindak pidana umum, Polisi tersebut dapat dikenakan ancaman penganiayaan sesuai Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) jika terbukti murni melakukan tindakan dimaksud. Dimana menurutnya jika yang bersangkutan mungkin mempunyai persoalan pribadi,  tak sepantasnya melalukan aksi sedemikian yang dapat mencoreng institusi Polri.

Oleh sebab itu, mantan Kapolres Bintuni ini juga menghimbau dan meminta agar pihak LIN Hotel dan Korban yang telah di cekik lehernya dan telah membuat laporan polisi (LP)  ke Polres atau ke SPKT Polda, agar di ikuti setiap proses pemeriksaan. Hal ini sebagaimana untuk dijadikan dasar hukum selanjutnya dalam langkah melakukan pemeriksaan dan penindakan terhadap Oknum bersangkutan.

” Hal ini agar secepatnya dapat ditindaklanjuti dengan baik, sesuai kode etik dan ketentuan Hukum yang berlaku, “Tukasnya (ian)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.