Judi Togel Terselubung, Penangkapan Tebang Pilih


Lensapapua,Bintuni – Hampir setiap pergantian jajaran pimpinan satuan polres selalu menginginkan wilayah hukumnya aman dan tentram, serta tertib. bukan saja itu terkait cara penyelesaian kasus pun menjadi cermin di tengah kehidupan bermasyarakat dengan penegak anggota terkait keadilan hukum. hal ini menyikapi beberapa kasus terkait perjudian yang sudah tak lazim serta menjadi rahasia umum akan penyakit masyarakat (Pekat) terhadap Toto Gelap alias Judi Togel dinilai belum berhasil dan berjalan tak maksimal. Hal inilah yang masih di keluhkan sebagaian masyarakat Teluk Bintuni akan maraknya kasus perputaran roda judi togel ini yang diduga masih di beking oleh aparat penegak hukum sendiri, dan bahkan disinyalir ada beberapa oknum yang bahkan anggota keluarganya turut menjadi bandar besar di kabupaten Teluk Bintuni.

 

Hal ini sesuai dengan pantuan di lapangan media ini sejak beberapa waktu terakhir saat di bintuni (7/1), turut menghimpun dan menerima beberapa kesaksian warga soal marak dsn berkembangnya judi togel ini berjalan secara halus, dan terselubung rapi.

 

Salah satu warga inisial (i) umur (41thn) beralamat tahiti dan juga biasanya disebut peluncur kupon jual-beli judi togel ini yang juga merupakan korban kambing hitam salah satu bandar terbesar berinisial (M) yang diduga meruapakan bandar yang masih aktif dengan penghasilan cukup besar jika aktif setiap putarannya.

 

” Saya biasa setor di bigbos (M). Setiap putaran biasanya sampai Rp.700.000,- dan 1jta rupiah,”Sebutnya kepada media saat di mintai keterangan.

 

Berbeda beberapa peluncur lainnya saat di temui pada area lapangan tahiti, depan pelabuhan, Masuy, dan KM.4 bintuni menuturkan hal yang sama. Dan parahnyanya lagi sesuai penuturan mereka, permainan judi togel ini di beking dan bahkan salah satu penjual bandar terbesar adalah istri atau keluarga anggota oknum pihak kepolisian setempat.

 

” Kita tidak tipu pak. Dan kami juga jual ini terpaksa saja karena masalah ekonomi. Dan juga kami pikir setoran ke beberapa pihak sudah ada. Jadi jalan saja,”Jelas mereka.

 

Namun dilain sisi hal ini menurut mereka sangat miris jika saat di gerebek dan di lakukan penangkapan selalu saja dinilai tidak adil alias tebang pilih. Dimana mereka yang selalu di sebut sebagai “Peluncur” yang selalu di kambing hitamkan.

 

“Kami diteluk bintuni sudah menjadi rahasia umum. Ada sekitar 3 atau bandar besar yang beroperasi. Namun dua diantaranya sudah stop berjalan karena beberapa hal. Makanya yang masih jalan dugaan kami memiliki bekingan kuat aparat. Oleh sebab itu bapak kapolres kalau mau tegas, tolong dilidik dengan baik. Dan jangan sekedar percaya aparat sendiri,”Keluh (TH) salah satu peluncur.

 

Pada hal bertolak dari penulusuran hal ini sebelumnya Kapolres Teluk Bintuni AKBP. MD.DW.Sidan Sutrahna, S.I.K kepada beberapa awak media diawal dirinya bertugas, telah dengan tegas menegaskan dan bahkan telah termuat di beberapa koran harian lokal seperti KASUARIPOS dan Radar Sorong Group Jawapos, bahwa terkait Judi Togel dan sejenisnya jika ketahuan dan masyarakat bila memiliki cukup kuat bukti dugaan jika dilaporkan maka dirinya akan bertindak dan memberikan teguran keras kepada oknum anggota yang dinilai bermain belakang, dan melakukan tugas penangkapan secara tebang pilih.(red/ian)

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.