Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Sorong Miliki Berbagai Fasilitas Pendukung

banner 120x600
banner 468x60

 

banner 325x300

Lensapapua – Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Sorong, Papua Barat, memiliki berbagai fasilitas pendukung yang representatif. Gedung tersebut, dibangun tahun anggaran 2021.

 

Pelaksana pembangunan  gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Sorong,  dikerjakan dengan sumber Dana Alokasi Khusus Fisik Reguler Bidang Pendidikan dan Sub Bidang Perpustakaan tahun anggaran 2021, senilai 10.064. 500.000.

 

Pembangunan gedung ini dikerjakan oleh Kontraktor PT Tops Jaya Papua.

Waktu penyelesaian pekerjaan dapat terselesaikan dalam kurun waktu  360 hari kelender kerja.

 

Demikian sambutan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Sorong Yoap Mayor, Kamis (16/12-2021), saat peresmian gedung layanan perpustakaan oleh Bupati Sorong Dr. Johny Kamuru, SH, M.Si

 

Pembangunannya  dapat diselesaikan dalam waktu 360 hari,  yaitu mulai dari bulan Maret sampai dengan  November 2021. Dan,  serah terima kunci gedung dilakukan pada  6 Desember 2001.

 

Luas  bangunan gedung memiliki luas bangunan 720 meter per segi. Dengan panjang 36 meter dan lebar 20 meter.

 

Struktur bangunan terdiri dari dua lantai. Lantai pertama terdiri dari,  ruang koleksi buku,  ruang baca  dan bermain anak-anak,  ruang pengolahan buku,  ruang multimedia (TIK), ruang mushollah, toliet pria dan wanita, urai Yoap Mayor.

 

Sedangkan pada lantai dua, terdiri dari ruang koleksi referensi, ruang pertemuan,  ruang kepala dinas, ruang sekretaris dinas, tata usaha dan kepegawaian, ruang perencanaan dan keuangan, ruang kepala bidang, kepala seksi,  dan pustakawan, toilet pria dan wanita.

 

Operasi gedung layanan perpustakaan ini membutuhkan daya listrik berkapasitas 131 KVA. Gedung memiliki dua lantai ini memiliki layanan bidang tugas perpustakaan.

 

Hal ini menjadi komitmen pemerintah pusat, melalui Perpustakaan Nasional Republik  Indonesia, guna  menghilangkan paradigma lama, yang beranggapan bahwa perpustakaan hanyalah suatu tempat penyimpanan buku.

 

“Paradigma ini perlu ditinggalkan. Karena,  merupakan salah satu penyebab terjadinya kemiskinan informasi di kalangan masyarakat,” beber Yoap Mayor.

 

Di era kepemimpinan Presiden Jokowi,  peran perpustakaan dalam mendukung salah satu dari tujuh  prioritas nasional.

 

Pemulihan ekonomi dan redormasi sosial pada prioritas nasional keempat. Yaitu, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan.

 

Serta, meningkatkan kualitas  peningkatan akses dan berbasis inklusif sosial,  kualitas layanan informasi bagi semua kalangan masyarakat, katanya. (rim/red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.