Dunia Pendidikan Papua Barat, “Kecam” Atribut Sekolah diSalahgunakan.

Salah satu tempat hiburan malam, di kota manokwari.

MANOKWARI, — Terungkapnya para ladies di salah satu tempat Karoke Hiburan Malam (THM)  yang menggunakan atribut pakaian seragam sekolah dan melayani pra tamu salah satu tempat hiburan malam di kota manokwari di kecam oleh dunia pendidikan Manokwari. sorotan dan kecaman tersebut dilontarkan sekertaris Dinas Pendidikan Manokwari Martinus Dowansiba, di ruang kerjanya, kamis (14/9/17), saat dimintai tanggapannya terkait penggrebekan yang telah dilakukan pihak kepolisian, sabtu lalu.

“Kejadian itu bisa memberi kesan ke masyarakat yang tidak etis. Apalagi seragam sekolah itu merupakan simbol atau identitas dari pendidikan. Tempat hiburan harusnya wajib memperhatikan aspek moral, maupun kesusilaan,” Ujar Martinus.

Dimana penggrebekan itu membuktikan hiburan malam tersebut tidak beretika, serta tidak menghormati dunia pendidikan. Oleh sebab itu pimpinan daerah harus mengambil sikap tegas memberi sanksi tegas terhadap tempat hiburan malam tersebut. Paling tidak semacam sangsi administratif karena menimbulkan keresahan.

“Bila perlu bekukan sementara ijinnya agar jadi pelajaran. Terkait hal ini kami akan segera mendiskusikan kepada pimpinan daerah, dan kami juga akan melakukan aksi. Agar kepolisian segera menindak lanjuti hal ini dengan baik,”terangnya.

Senada juga di ungkapkan Ketua PGRI Kabupaten Manokwari Drs. Lucas Weno, menyikapi hal ini pihaknya meminta agar ketegasan dari pimpinan daerah harus dikeluarkan untuk menindak tegas para pengelola Tempat Hiburan Malam agar dapat menghormati norma kesusilaan. Dimana penggunaan atribut sekolah mulai dari SD, SMP, dan SMA yang digunakan para pekerja malam atau ladies tersebut harus mendapat sanksi yang tegas, dan jangan terkesan adanya pembiaran dari pihak penyidik kepolisian yang menangani.

Sebelumnya personel Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Papua Barat sempat mengamankan 6 ladies pemandau karaoke di Double Qyu Karaoke yang memakai seragam sekolah SD, SMP dan SMA saat bekerja melayani tamu dan berpesta miras di Dobluble Qyu, jl Trikora Wosi. Para ladies ini dinilai telah melecehkan dunia pendidikan.

Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Hary Supriyono kepada wartawan, Selasa (12/9) menuturkan, polisi mendatangi Doubel Qyu Karaoke berdasarkan laporan masyarakat. “Di dalam karaoke ditemukan beberapa ladies menggunakan seragam sekolah,” ujar Kabid Humas.

Para ladies ini bukan berstatus sebagai pelajar. Mereka menggunakan seragam sekolah atas inisiatif sendiri untuk memberi nuansa baru dalam rangka peringatan hari ulang tahun Double Qyu Karaoke. Dimana para ladies tersebut berinisial Rs, Yl, YS, ET, Rm dan Vt. Sehari-harinya bertempat tinggal di Reremi Puncak, Manokwari. Penggeledahan pada Sabtu (9/9) dini hari sekitar pukul 02.00 WIT dipimpin AKP Agustina Sineri dan AKP Gultom. Polisi juga telah memintai keterangan RW selaku pemilik, JR selaku manajer serta RS selaku koordinator ladies Double Qyu Karaoke ini. (ian)

 

Berita terkait

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.