Dinkes Bintuni Siap Ambil Alih Tangani Korban Luka Bakar.

BINTUNI, lensapapua – Terkait informasi yang cepat beredar tentang salah satu pasien korban luka kebakaran yang mengalami ketidak perhatian pelayanan kesehatan kembali terjadi dan menjadi perbincangan hangat di sejumlah forum grup WA kalangan penjabat dan perkumpulan dan jurnalis, Pada kamis (2/3) malam. Pasalnya korban yang masih berumur belia ini sangat ironis dan tidak mendapatkan kebijakan atau kemudahan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Terkait informasi yang beredar bahwa korban merupakan salah satu warga masyarakat keluarga dari salah satu nelayan di pesisir Babo Kabupaten Teluk Bintuni, Kadinkes Teluk Bintuni Dr. Andreas Ciokan angkat bicara. Di hubungi via Telpon oleh lensapapua.com pada nomor kontaknya 08******8256, Andreas sapaan akrabnya langsung memberikan keterangan singkatnya siap menanggapi serius hal ini, dan secepatnya akan mengklarifikasi informasi tentang ketidak seriusan penanganan hal ini.

” Saya segera tangani hal ini jika benar pasien (korban luka bakar,red), merupakan masyarakat domisili pesisir babo maka akan segera di akomodir dan di ambil alih Pemda Kabupaten Teluk Bintuni melalui Dinas Kesehatan Teluk Bintuni. Besok staf saya akan segera ke manokwari,”Ujar Kadinkes, yang kini sedang berada diluar Bintuni.

Lanjutnya mengatakan, hal seperti sebenarnya tidak boleh terjadi dan dunia kesehatan keperawatan harus melihat ini dari segi kemanusiaan.

” Semestinya tidak boleh seperti ini, meski pasien tidak atau belum memiliki surat kesehatan atau jamkesmas dan lainnya. Tetapi golongan penanganan semestinya untuk hal begini harus di perhatikan,”Tambahnya

Senada Mantan Danramil Babo Kapt. D.Mendrofa menanggapi hal ini mengatakan yang bersangkutan dulu (korban,red) mendapat musibah kebakaran saat orang tuanya menyalakan genset dengan membawa lilin kemudian membuka penutup drum/gen yang saat itu tengah terisi oleh BBM jenis bensin. uapnya pun menyambar lilin yang sedang menyala kemudian membakar tempat genset beserta bensin dan mengenai kaki dari anaknya (korban red).

“kami sudah konfirmasi kepada orang tuanya di babo, korban sekolah di SD inpres Babo kampung irarutu III distrik babo. trima kasih infonya mari kita bantu apa yang kita bisa berikan kepada korban,”Tukas Mendrofa

Dari hal ini juga sempat di harapkan kepada masyarakat ulayat agar dapat turut membantu korban (saputri, 8thn) yang kini tengah di rawat seadanya karena kekurangan biaya oleh neneknya dan menumpang tinggal di kenalan mereka bertempat di Jl angkasa mulyono ( depan kantor BPKP provinsi papua barat ). (ian)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.