Diduga Lakukan Ilegal Fishing, Sebuah Kapal Di Tahan Tim Ditpolair Polda

kukan penggeledahan pada kapal  KM.Minasa Bone III
kukan penggeledahan pada kapal KM.Minasa Bone III

 

LensaPapua.com Manokwari, – Tim Patroli Ditpolair Polda Papua Barat kembali menangkap kapal motor yang beroperasi tanpa memiliki surat-surat ijin diperairan selatan sorong laut Teminabuan. Selain ditangkap karena tidak mengantongi surat izin penangkapan ikan, diduga Kapal bermuatan seorang ABK dan belasan orang awàk kapal tersebut dinyatakan melakukan ilegal fishing.

“Diduga melakukan ilegal fishing, awalnya kami menanggapi laporan nelayan, kemudian  pada hari jumat tgl 28 oktober 2016 pukul 09.00 Tim Ditpolair Polda Papua Barat dipimpin Kasubdit Gakum Akbp Hary Yudha beserta personil Subdit Gakkum bersama Dinas Perikanan Kab Teminabuan dipimpin Kabid Pengawasan Perikanan Sdr. Ismail menggunakan speedboat dinas perikanan melakukan penyelidikan dan patroli gabungan terhitung dari kamis siang tgl 27 Okt 2016 dan keesokan pagi setelah dilakukan pembuntutan sejak malam hari, alhasil Sasaran ditemukan tertangkap tangan melakukan penangkapan ikan di perairan laut teminabuan dengan jarak sekitar 20 mil dari daratan,”Ujar Kapolda Papua Barat. Brig.Pol. Royke Lumowa di sampaikan melalui Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP. Hary Supriono kepada Media ini (29/10) dihubungi Via Telpon.

Lanjut Kabid Humas mengatakan, Setelah ditangkap dan digeledah pada Saat itu dan terpantau telah melakukan praktek TP Illegal Fishing selama kurang lebih tiga jam,
KM  Minasa Bone III, yang di Nahkodai Miliang daeng limpo, bsrsama Jumlah Abk sekitar 15 org tersebut terbukti tidak memiliki Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI).

” Kapal tersebut berasal dari makasar dan beroperasi diPapua Barat cq. teminabuan tanpa dilengkapi dokumen pendukung utama lainnya yaitu SIB(surat ijin berlayar) dan SLO(surat layak operasi). Baik dari syahbandar perikanan setempat(papua barat/sorong/teminabuan) untuk melakukan usaha penangkapan ikan diluar propinsi asal ke daerah propinsi tujuan,”Jelas Hary.

Berdasarkan hal ini, terang Mantan Kapolres Teluk Bintuni sejak September 2014 – April 2016 lalu ini menegaskan, Langkah  selanjutnya yang telah dilakukan  tim Ditpolair Polda selain melakukan penangkapan dan pengawalan kapal menuju Ditpolair Polda Papua Barat kota sorong, juga telah Membuat Laporan Polisi No.Pol. LP/06/X/2016 tanggal 28 Oktober 2016. 3. Melakukan BAP dan Penyitaan Kapal dan dokumen serta Alat Tangkap Ikan berupa jaring Pukat Cincin, di sertai Barang Bukti ; KMN Minasa Bone III / 28 GT. Jaring Pukat Cincin, Dokumen kapal dari kota asal Makasar.

Kini Kapal tersebut yang berangkat dari makasar sekitar tanggal 18 september 2016 lalu dengan  tujuan kota sorong  terancam UU no 45/2009 dengan melpas pasal 93(1) bahwa kapal Penangkap ikan di wilayah pengelolaan perikanan RI/laut lepas yang tidak miliki SIPI(surat ijin penangkapan ikan) dipidana paling lama 6 thn dan denda paling banyak 20 milyar.

“Diduga melanggar pasal tentang perairan dan ijin melaut, yah tetap ditindak lanjuti sebagaiman ketentuan yang ada,”Paparnya (ian)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.