Dibutuhkan Rakyat, Program TMMD Rutin di Laksanakan Setahun 3 Kali.

MANOKWARI, — Program TMMD ini masih sangat dibutuhken mengingat wilayah Indonesia merupakan wilayah pedesaan, sehingga keterlibatan TNI dalam membangun sarana prasarana dan infrastruktur wilayah masih sangat relevan dan sesuai dengan koridor undang-undang. Hadir Pada tahun 1980 pertama kali gerakan karya bakti TNI ini dilakukan dengan namanya ABRI Masuk Desa (AMD). Setelah reformasi diganti dengan TNI Manunggal Membangun Desa atau disebut TMMD. Dimana Dulu program ABRI Masuk Desa hanya sekali dalam setahun, namun seiring dengan banyak permintaan masyarakat, maka sekarang TMMD digelar 3 kali setahun.

Hal itu sebagai bentuk kepedulain TNI dalam membantu akselerasi program pembangunan di wilayah yang sulit dijangkau dan  salah satu upaya untuk melestarikan budaya luhur bangsa Indonesia yang menjadi makna inti dari pancasila yaitu gotong royong.

Amanat Pangdam XVII Kasuari yang dibacakan oleh Kasdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI H. Dedi Sambowo, dalam rangkaian Upacara Penutupan TMMD ke 100, di Kp. Iriati Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Rabu (25/10/17) mengatakan, keberhasilan TMMD kesekekian kalinya ini sangat dirasakan oleh masyarakat ataupun Pemerintah Daerah, sehingga Pemda bersama rakyatnya meminta agar TMMD ditambah dan berdasarkan keinginan masyarakat itulah maka pada tahun anggaran 2017 ini terjadi perubahan program TMMD yang semula dilaksanakan 2 kali dalam setahun menjadi 3 kali dalam setahun sesuai dengan surat Mendagri RI kepada Gubernur, Bupati serta Walikota berdasarkan Nomor : 140/174/SD tanggal 16 Januari 2017 tentang penambahan kegiatan program TMMD dari 2 kali menjadi 3 kali dalam setahun.

Dedi mengatakan, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), merupakan komitmen karya bakti TNI untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang memiliki misi mulia, yakni mempertahankan semangat kekeluargaan dan budaya gotongroyong yang menjadi rohnya NKRI.

” Kegiatan TMMD kita laksanakan tiga kali dalam satu tahun. Biasanya kegiatan ini dilakukan dua kali dalam satu tahun, karena banyak masyarakat yang menginginkan TMMD dilanjutkan dan hasilnya pun sangat memuaskan maka, program TMMD menjadi 3 kali dalam setahun,”Ujarnya

Kita mengajak kepada masyarakat dan pemerintah daerah untuk menjaga apa yang telah dibangun oleh TNI bersama masyarakat nantinya sehingga apa yang sudah dikerjakan dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Indonesia ini sebagian besarnya adalah wilayah pedesaan, jadi sudah seharusnya TNI bersama-sama masyarakat untuk membangun desa-desa yang terpencil untuk mempermudah berbagai akses di masyarakat,” jelasnya

Adapun Pada TMMD Ke 100 di akhir tahun 2017, yang telah dikerjakan oleh satgas TMMD Ke 100 Kodim 1703/Manokwari adalah sebanyak 3 sasaran fisik diantaranya pengecoran jalan, pembuatan gorong-gorong dan merehap Puskesmas semua mencapai 100%. Pencapaian sasaran Non Fisik berupa Penyuluhan Agama, Penyuluhan Bela Negara, Pengobatan Massal, Pembagian Sembako, Nonton Bersama Film G30S-PKI dan upacara HUT TNI Ke 72.

Hal tersebut bertujuan dalam rangka pembangunan dan memperkokoh jiwa dan semangat nasionalisme masyarakat dalam menangkal berbagai ancaman integrasi bangsa yang dilancarkan melalui proxiwar berupa maraknya peredaran narkoba, masih eksisnya bahaya terorisme, meningkatnya aksi kriminaliyas secara kualitas dan kuantitas, serta isue bangkitnya komunisme, faham radikalisme, kelompok yang anti Pancasila. (ian)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.