Cegah Tangkal Teroris Radikalisme Tim Gegana dan Polres Gelar latihan Simulasi

MANOKWARI, lensapapua – Asah kemampuan dalam penanganan dan penanggulangan tindakan teror, Polda Papua Barat melalui Satuan Tim  Gegana dan Polres Manpkwari gelar simulasi penangkapan pelaku teror, Senin (3/7). Dimana Dalam sekenario simulasi tersebut dikondisikan semirip mungkin dengan situasi riil kasus penyerangan kelompok radikal dan teroris,  yang akhir – akhir ini telah marak terjadi di bebarapa kota di Indonesia.

Sekitar pukul 09.10 Wit sesuai skenario personil Polres Manokwari dikejutkan dengan adanya dua orang teroris yang memasuki Mako Polres Manokwari.Kejadian tersebut setelah pelaksanaan apel pagi, dua orang yang diduga kelompok teroris tersebut masuk ke lapangan Polres Manokwari dengan menggunakan kendaraan roda dua dan membawa sangkur dan parang serta sebuah tas berwarna hitam yang diduga berisi bahan peledak / bom, Senin (3/7).

Dengan kesigapan dan kewaspadaan personil Polres Manokwari yang pada waktu itu berdinas, salah satu yang diduga teroris tersebut dilumpuhkan dengan timah panas oleh anggota penjagaan dengan menembak tepat di kepalanya sedangkan yang satunya dapat diamankan hidup- hidup.

Setelah dilakukan identifikasi bahwa pelaku yang ditembak mati berinisial “S” dianggap membahayakan karena membawa parang panjang yang melakukan penyerangan kepada personil penjagaan selain itu juga “S’ membawa sebuah tas yang diduga berisi bom, sedangkan satu pelaku lainnya yang masih hidup berinisial “YS”.

Untuk kepentingan penyidikan TKP penyerangan oleh teroris masih pasangi police line dan melakukan olah TKP serta evakuasi pelaku, kedua terduga teroris tersebut sukses memerankan adegan dalam kegiatan simulasi penanganan teroris dihalaman Polres Manokwari bersama Tim Gegana Brimob.

Kapolres Manokwari AKBP. Ch. Rony Putra mengatakan, simulasi ini dilakukan untuk mengasah kemampuan personel dalam penanggulangan dan penindakan pelaku teror, mengingat akhir-akhir ini marak terjadi tindakan terorisme di berbagai wilayah di Indonesia. Terlebih tindakan teror sering terjadi tanpa bisa diprediksi waktu dan lokasinya, sehingga personel kepolisian harus siap dan siaga setiap saat.

“Simulasi ini juga dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan aksi terorisme,” terang Rony.

Adapun dalam simulasi ini melibatkan 16 orang anggota Polres Manokwari, 2 orang jadi teroris, 4 orang SPKT, 4 orang penjagaan, dan 6 orang pengamanan sedangkan personil Brimob sebanyak 15 personil yang terdiri dari 10 orang penjinak bom dan 5 personil bagian pengamanan. (ian)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.