Bupati Herry : Dana Covid-19 di Biak Bukan 152 M Tapi 39 M, Informasinya Transparan dan Terbuka

Lensapapua, Biak – Menanggapi berbagai berita yang beredar terkait kurangnya transparansi dana Covid – 19 di Kabupaten Biak Numfor, Berikut penjelasan Bupati Biak Numfor Numfor Herry Ario Naap kepada awak media di Biak, Kamis (16/7/2020) malam.

“Dalam beberapa pemberitaan yang disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mengalokasikan dana sebesar Rp.152 miliar untuk penanganan Covid-19  Kabupaten Biak numfor perlu saya klarifikasi bahwa Berita itu tidak benar! karena Pemerintah Daerah Kabupaten Biak numfor dalam refocusing dan realokasi APBD Tahun Anggaran 2020 dalam rangka pencegahan covid -19 di Kabupaten Biak Numfor itu sebesar Rp.39 miliar,” kata Bupati Biak Herry A. Naap saat ditemui media

Lebih lanjut dikatakan bahwa, laporan refocusing dan realokasi anggaran sebesar Rp.39 miliar ini telah dibuat dan diserahkan kepada 25 anggota DPRD Kabupaten Biak Numfor pada Bulan April 2020. “Apabila dalam berbagai media bahkan ada oknum anggota DPRD yang juga merupakan badan anggaran DPRD menyampaikan kepada publik bahwa dana covid -19 tahun 2020 di Kabupaten Biak Numfor sebesar Rp.152 miliar adalah tidak benar,” ujar Bupati

“Sebagai Bupati Biak,  Saya menyampaikan bahwa ini adalah merupakan pembohongan kepada publik, sehingga saya mengajak segenap masyarakat Kabupaten Biak numfor bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor tidak menutup diri. Saya selalu katakan bahwa kami transparan, terbuka untuk menyampaikan seluruh tata kelola keuangan yang ada di Kabupaten Biak Numfor,” lanjutnya menjelaskan

Ia juga berharap kepada DPRD Kabupaten Biak Numfor selaku Mitra pemerintah daerah yang merupakan representasi Rakyat Kabupaten Biak numfor agar  bersama-sama memberikan data, akurasi data kepada masyarakat dengan tepat, benar yang sesuai dengan apa yang telah di diskusikan dan dibahas bersama.

“Tetapi saya juga tidak menutup diri apabila DPRD Kabupaten Biak Numfor sebagai representasi perwakilan masyarakat yang ada mengharapkan dan menuntut bahkan meminta pemerintah untuk mengklasifikasikan dan menjelaskan, saya pikir anggota Dewan terhormat bisa mengundang pemerintah daerah yaitu Bupati maupun tim anggaran pemerintah daerah untuk melakukan presentasi, penjelasan, dan klarifikasi tentang jumlah anggaran yang dialokasikan sehingga tidak membuat masyarakat resah,” tuturnya

Diungkapkan juga, selain memberikan laporan refocusing dan realokasi dana Covid-19 ke DPRD, pemerintah daerah juga memberikan laporan tersebut ke Kementrian  Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia sehingga apabila dibuka dalam laporan refocusing dan realokasi dana covid-19 tahun 2020 Kabupaten/kota se-Indonesia telah tercantum dalam websitenya dan sudah tergambarkan dana covid-19 di Kabupaten Biak Numfor sebesar Rp.39 miliar

“Dana  Rp.39 Milyar perlu saya sampaikan bahwa digunakan untuk kesehatan yaitu rumah sakit dan Puskesmas dalam pelayanan covid-19, Kemudian kami juga mengalokasikannya dalam dana tak terduga dalam rangka pengamanan dan kerja gugus tugas tetapi juga dalam penanganan bantuan bama atau sembako kepada masyarakat yang dibagi lewat Kelurahan,” jelas Bupati

Kemudian juga di alokasikan untuk membantu mahasiswa – mahasiswi yang ada di kota studi yang ada di luar Kabupaten Biak Numfor. Selain itu, pemerintah daerah juga mendapat dukungan dari Pemda Provinsi Papua yaitu sebesar Rp.5 miliar yang dibantu atau diberikan kepada RSUD Kabupaten Biak numfor sebagai rumah sakit rujukan yang ada di wilayah seireri.

“Anggarannya langsung secara utuh  Rp.5 miliar itu ditangani oleh RSUD Biak yang melakukan berbagai perencanaan baik dalam pengadaan alat rapid test, bahan habis pakai, tetapi juga kami alokasikan kurang lebih sebesar Rp.1,7miliar untuk insentif tenaga medis,” imbuhnya

Bupati menghimbau dan mengajak segenap masyarakat Kabupaten Biak Numfor agar lebih jeli dan tenang dalam melihat persoalan ini. “Jangan ada kepentingan – kepentingan lain yang menyusupi untuk mencoba memberikan opini yang tidak benar kepada masyarakat di Kabupaten Biak numfor bahkan di Provinsi Papua sampai dengan di luar Papua yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandas Bupati.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.