Bupati Ajak Semua Pihak Perangi Narkoba

Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw. Dok/red
Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw. Dok/red

Lensapapua BINTUNI, – Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kashiw,MT dalam upaya mendukung Kementrian Pemerintah Pusat dalam mencegah upaya penyebaran berbagai unsur dugaan penyalahgunaan narkoba yang merupakan ancaman bagi generasi penerus mengharapkan dorongan dan upaya semua pihak agar dapat terlibat menangani hal ini secara serius. Demikian di himbaukannya kepada Jajaran dunia pendidikan khususnya bagi siswa/i yang masih duduk di bangku sekolah Se- Kabupaten Teluk Bintuni khususnya.

Bukan hanya itu, bupati juga berpesan agar siswa/i di daerah Teluk Bintuni dapat belajar dengan baik dan menghindarkan diri dari pergaulan bebas. “Hindari pergaulan bebas, pergaulan-pergaulan yang terkait dengan narkotika dan obat-obatan terlarang. Itu akan merusak massa depan dan cita-cita serta harapan,” kata bupati.

Hal ini juga seperti di lansir beberapa pemberutaan bahwa  contoh kasus yang disebutkan Menteri Sosial Khafifah Indar Parawansah tentang ancaman narkoba yang kini telah masuk ke kalangan anak-anak di usia dini jangan di anggap sepeleh, karena beberapa temuan cara dan taktik yang di pakai oknum tak bertanggung jawab selalu tampil beda dan menjanjikan hasilnya.

Hal itu, terungkap setelah kembali ditemukan permen bercampur narkoba jenis Lysergic Acid Diethylamide (LSD) di Makassar, Sulawesi Selatan berdasarkan pemberitaan media TV nasional,  Bahkan harga permen tersebut ketika terpublish sangat terjangkau yakni sebesar Rp1.000 sampai Rp3.000.

Selain permen bercampur narkoba di Makassar, kopi bercampur bunga kecubung juga ditemukan di Surabaya. Efek dari kopi tersebut, tak kalah dari narkoba, para peminum kopi nantinya akan merasa kecanduan seperti mengkonsumsi ganja.

Oleh sebab itu, untuk menekan jumlah konsumsi narkoba di Indonesia dan di Teluk Bintuni sendiri, terang Bupati Piet, Kemensos RI telah melakukan berbagai program, seperti membentuk Laskar Anti Narkoba, Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) untuk pengguna narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) serta call centre untuk berkonsultasi bebas pulsa di 150017, terlepas dari beberapa upaya yang di sosialisasikan pemerintah dan instansi terkait dalam mengatakan perang terhadap narkoba.

“Saya tegaskan, jangan sekali-kali coba (narkoba), itu akan merusak massa depan. Tidak cuma di Bintuni, setelah keluar dari orang tua itu juga sangat rawan. Karena itu kita harus ikut memerangi narkoba sesuai dengan amanat bapak Presiden yang menyatakan perang terhadap narkoba,” imbau Bupati.

Piet juga menambahkan, sebagai siswa dan pelajar tugas pokoknya yaitu belajar dengan baik dan tekun sementara tugas guru dan pegawai negeri yaitu untuk membangun indonesia supaya lebih maju.

Sementara diketahui dan berdasarkan laporan dari hasil kajian yang berhasil di himpun data BNN Pusat menunjukan total dana transaksi pembelian narkoba bertolak dua tahun belakangan mulai di tahun 2014 sebesar Rp63 triliun dan meningkat di tahun 2015 yang tembus di angka Rp72 triliun. Mirisnya lagi, hampir rata-rata yang menjadi kurir adalah anak-anak di bawah umur. Sebab mafia narkoba lebih tertarik mengajak anak-anak untuk jadi kurir narkoba karena masa hukuman lebih sedikit dibandingkan orang dewasa. Ditambah lagi ada jika mendapatkan bebas bersyarat dan remisi lainnya. (ian)

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.