Bertambah 9 dan 2 Orang Sembuh, Total Kasus Covid-19 Di Biak Jadi 80.

Lensapapua, Biak – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Biak Numfor kembali mengumumkan hasil spesimen swab yang dikirim ke Litbangkes Jayapura pada tanggal 12 Juni 2020 dan telah diperiksa pada tanggal 17 Juni 2020, bertempat di Posko Induk, Kamis (18/06/2020)

“Dari 129 spesimen swab yang dikirim, telah diperiksa sebanyak 129 spesimen swab dan terdapat 9 spesimen swab terkonfirmasi positif covid-19, dengan demikian jumlah kumulatif pasien yang terkonfirmasi positif covid- 19 di Kabupaten Biak Numfor berjumlah 80 orang,” kata Kepala Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Biak Numfor yang juga adalah Sekda Biak, Markus O. Mansnembra

Selain itu, dua orang pasien juga telah dinyatakan sembuh dan kembali dipulangkan setelah melewati dua kali swab tes dan hasilnya negatif. “Pada saat ini di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Biak Numfor sedang dirawat 49 orang pasien positif covid -19 dan hari ini dua pasien kembali dinyatakan sembuh dan dipulangkan sehingga total pasien sembuh sebanyak 31 pasien,” lanjut Sekda

Sementara itu Direktur RSUD Biak, dr. Ricardo R. Mayor juga mengungkapkan bahwa kondisi pasien covid-19 yang dirawat saat ini baik – baik saja dan tidak ada keluhan yang signifikan, namun tetap diberikan obat selama menjalani perawatan medis.

“Pasien yang kami rawat diberikan obat tertentu yang dipakai secara nasional. Obat -obat itu adalah standar nasional yang kita pakai bersama di Indonesia, jadi pasien tidak bisa sembuh dengan sendirinya tanpa diberikan obat, baik obat yang khusus untuk mencegah perkembangbiakan virus maupun obat-obat yang bersifat untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh itu kita berikan,” ujar dr. Ricardo

Terkait alat PCR, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor Daud N. Duwiri, S.KM,.M.Kes menjelaskan bahwa, alat PCR bantuan dari Pusat telah tiba di Biak pada tanggal 15 Juni 2020 sebanyak 1 unit dan saat ini sudah berada di RSUD Biak dan Puskesmas Biak Kota.

“Khusus untuk alat PCR, sementara tenaga analis kita masih dalam training untuk penggunaan alat dan yang menjadi kekurangan kita adalah alat Biosafety Cabinet (BSC) sebagai alat untuk pengamanan petugasnya untuk melaksanakan tugas ini. Kami sudah memesan alat tersebut dan akan datang dalam waktu dekat, sehingga dapat digunakan oleh petugas atau tenaga analis dengan nyaman,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.