6 PKM di Bintuni Kategori 10 Besar, Sukses Menyelenggarakan Imunisasi MR.

Kepala Dinas kesehatan kab.Bintuni ( Bpk.E.Fakdawer.SH.MM ) bersama Ibu Mentri Kesehatan RI saat setelah sekembalinya tim Program (EDAT ) Dinkes.bintuni memenangkan inovasi penanganan MALARIA terbaik ditingkat Internasional ( PBB ) di Maroco dan spanyol. Ist.

Teluk Bintuni, Lensapapua.com – Sukses masuknya 6 puskesmas di Bintuni dalam kategori 10 besar capaian penyelenggaran Imunisasi Imunisasi Measeles (campak) dan Rubela di Kabupaten Teluk Bintuni, belum mampu membuat jajaran Dinas Kesehatan Teluk Bintuni berbesar hati. Pasalnya dengan wilayah geografis yang masih sulit dijangkau dengan moda transportasi.

Meski demikian, Kepala Dinas Kabupaten Teluk Bintuni Egbert Fakdawer, kepada lensapapua.com, minggu (5/8/18) mengatakan, pihak dan jajarannya sangat bersyukur karena apa yang telah dilakukan dan dikerjakan dalam menyukseskan kegiatan introduksi pemberian vaksin Measeles (Campak) Rubella sejauh ini berjalan sesuai harapan dan target.

” Intinya kita bersyukur bisa 6 puskesmas di wilayah kota dan pesisir teluk bintuni sudah bisa capai target 80 – 95 %. Kami jadikan ini sebagai langkah kami terus maju dan selesaikan tugas sosialisasi dan pemberian vaksin MR secara maksimal kepada anak – anak 9 bulan – 15 tahun,”Ujar Ekbert Fakdawer.

Dimana sejak resmi dibuka dan diketahui oleh Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw,MT, kegiatan Imunisasi vaksin Imunisasi Measeles (campak) dan Rubela di Kabupaten Teluk Bintuni, tetap berjalan sesuai target.

Potret bersama Bupati Ir Petrus Kasihiw,MT diapit Kadinkes Bintuni Ekbert Fakdawer dan Kru Medis Dinas Kesehatan Teluk Bintuni, saat di Kapal Bintuni Sehat menuju daerah pesisir.

Ekbert berharap, melalui program fase kedua pemberian Virus Campak/Measles dan Rubella ini, diharapkan anak – anak generasi Teluk Bintuni dari segala jenis penyakit virus demam, ruam, batuk, dan pilek, dan mata merah dan berair. Komplikasi dapat meliputi infeksi telinga, diare, pneumonia, kerusakan otak, yang berujung kematian. Dan Jika seorang wanita mendapat rubella saat dia hamil, dia bisa mengalami keguguran atau bayinya dapat lahir dengan cacat lahir yang serius seperti kebutaan, tuli, dan lain-lain, itu dapat dicegah dengan proses pemberian vaksinisasi ini.

“Virus campak dan rubella banyak beredar di Indonesia, dan ribuan kasus dilaporkan setiap tahunnya. Jika mau melindungi semua anak dari penyakit ini dengan vaksinasi yang aman dan efektif mari dukung dan sukseskan program ini,”Imbuh Ekbert.

Dimana menurut Ekbert, mendapatkan vaksin MR jauh lebih aman daripada terkena penyakit campak atau rubella dan risiko atau komplikasi terkait.

Sekedar diketahui kembali, berdasarkan Laporan MR per tanggal 4 Agustus 2018 yang di keluarkan oleh tim Imunisasi Papua Barat, tercatat puskesmas yang telah mencapai capaian tertinggi dalam kategori 10 Besar adalah :
1. Pkm aranday 88% bintuni
2. Pkm weriagar 84,56 % bintuni
3. Pkm Babo 76, 69 % bintuni
4. Pkm manimeri 72, 03 % bintuni
5. Mubrani 68,41 % tambrau
6. Pkm Muturi 63 % bintuni
7. Pkm wasior 60,30 % wondama
8. Pkm Bintuni 52, 75% Bintuni
9. Pkm Mobja 49,05 % Manokwari
10. Pkm Roswar 49,91 % wondama

Dimana dari acuan Laporan ini, diperkirakan jumlah anak yang telah mendapatkan suntikan dari tanggal 1-4 Agustu 2018 adalah 33.302 anak dari sasaran 266.463 anak. (ian)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.