Rencana Perayaan HUT Kab Sorong Juni Mendatang Akan Dilaksanakan Sederhana

Lensapapua– Rencananya peringatan hari jadi Kabupaten Sorong ke-54,  yang akan berlangsung 14 Juni mendatang dilaksanakan secara sederhana.

 

Peringatan hari jadi tersebut, sebagai bahan refleksi tentang berdirinya Kabupaten Sorong sejak 14 Juni 1967 hingga sekarang ini, yang akan dilaksanakan melalui upacara bendera. Serta, kita tetap mengedepankan protokol kesehatan, ujar Wakil Bupati Suka Harjono, saat memberikan sambutan pada acara rapat pembentukan panitia diikuti semua pimpinan OPD, berlangsung di aula Inspektorat setempat, Rabu (19/5-2021) di Aimas.

 

Jika, pada pelaksanaan upacara peringatan tersebut, dilaksanakan dengan tertib, maka saya optimis kita dijauhkan dari Covid-19, jelas Suka Harjono.

 

Berbagai pengalaman ulang tahun Kabupaten Sorong pada tahun 2020 lalu, dilaksanakan penuh khidmat, meski tidak dilakukan secara besar-besaran diikuti oleh keterwakilan-keterwakilan dari setiap Organisasi Perangkat Daerah mupun dari instansi terkait juga diundang.

 

Maka, dengan peringatan Hut Kabupaten Sorong ke-54 tahun 2021 ini tentu kalau dilihat dari usianya termasuk  semakin lama sudah bisa kita katakan tua. Setidaknya,  bagaimana kita pikirkan secara bersama tentang keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sorong.

 

Karena keberhasilan-keberhasilan ini menjadi tolok ukur, bahwa Kabupaten Sorong ini merupakan kabupaten tertua di wilayah Sorong Raya, yang sudah memekarkan lima daerah otonomi baru, yakni Kota Sorong, Kabupaten Raja Ampat, Sorong Selatan, Maybrat, dan Kabupaten Tambrauw, urainya.

 

Tentu dengan adanya pemekaran lima daerah otonomi baru, sehingga bagaimanapun  beberapa daerah pemekaran tersebut harus menghargai orangtuanya (Kabupaten Sorong).

 

Untuk itu, kepada daerah-daerah yang telah dimekarkan dari Kabupaten Sorong ini pada pelaksanaan upacara Hut daerah ini akan kita undang para bupati untuk ikut menghadirinya nanti.

 

“Hal lain menjadi bahan perhatian kita, bahwa terkadang para tamu dari luar tidak semuanya mengetahui lima daerah baru tersebut, dulu merupakan pemekaran dari wilayah Pemkab Sorong,” sebut Wabup Sorong.

 

Misalnya, para tamu (mereka) melihat keberhasilan Kabupaten Raja Ampat, dengan hadirnya ikon wisata, Kota Sorong perkembangannya begitu luar biasa. Tapi kita ditarik mundur ke wilayah Aimas ini dengan harus memulai pembangunan  yang baru.

 

Sehingga, hal seperti ini untuk mengingatkan kembali sejarah terbentuknya Kabupaten Sorong, Wabup menyarankan agar Dinas Kominfo untuk membuat semacam slight untuk ditayangkan,  saat awal berdirinya Kabupaten Sorong pembangunannya seperti apa, dan begitu pula keadaan yang sekarang ini seperti apa perkembangan pembangunannya untuk dijadikan bahan refleksi dari semua pihak, imbaunya.

 

Apalagi setelah dimekarkannya lima daerah baru tersebut, terkesan seakan-akan mereka tidak mengetahui sebenarnya batas-batas wilayah. Nah, ini terkadang menjadi sengketa (persoalan) tentang batas wilayah antara Kabupaten Sorong dengan  dengan daerah-daerah yang telah kita mekarkan, pungkasnya. (Red/rim)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.