Kabupaten Sorong Selangkah Lebih Maju Penerapan Uji Coba Unit Pemeriksaan Laik Fungsi Kendaraan Bermotor Non Statis

Robert N. Tail. Plh. Balai Pengelola Transportasi Darat. Wilayah XXV Papua dan Papua Barat.

Lensapapua –  Pelaksana harian Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XXV Provinsi Papua dan Papua Barat Robert N. Tail mengemukakan, sistim transportasi pada umumnya,  keselamatan menjadi hal mutlak.

 

Dan wajib ditaati oleh seluruh masyarakat, ujarnya saat diadakan kegiatan Uji  Coba Unit Pemeriksaaan Laik Fungsi Kendaraan Bermotor Non Statis,  yang berlangsung di Aimas Convention Centre Senin (22/3-2021).

 

Balai Pengelola Transportasi Darat merupakan perpanjangan tangan dari Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan  telah menghadirkan sebuah unit mobil  pengujian non statis, yang bisa kita pakai ke berbagai distrik (kecamatan).

“Jadi,  tidak lagi masyarakat yang cari alat ini, tapi justru alat ini yang mencari masyarakat,” sebut Robert.

 

Perlu diketahui, bahwa seluruh Indonesia Kabupaten Sorong Papua Barat yang pertama kali dilaunchingkan (diluncurkan) pada hari ini. Karena habis dari sini (Kabupaten Sorong),  timnya langsung bergerak  ke Manado, Sulawesi Utara dalam kegiatan yang sama.

Permasalahan sarana transportasi darat dinilai masih sangat kompleks, sehingga dituntut profesionalisme dalam mengatur keselamatan, baik terkait teknologi dan  sumber daya manusia.

 

Kenapa Kabupaten Sorong  kita pilih. Alasannya, karena daerah Kabupaten Sorong   selangkah lebih maju dari kabupaten lain. Hanya ada satu langkah lagi yaitu adanya bluecard, dimana orang menguji tidak perlu pakai buku lagi, jelas Robert dihadapan Bupati Sorong, Ketua DPRD Kabupaten Habel Yadanfle, Wakil Bupati Suka Harjono   serta para hadirin.

 

Tentu hal ini perlu kita dorong lagi seperti penerapan bluecard ini, sehingga  Kabupaten Sorong akan menjadi daerah pertama lagi di Indonesia.

 

Dalam kegiatan ini juga, sambung Robert kalau bisa mobil bupati kami langsung mengadakan uji, sehingga bisa keluar surat kendaraan itu sehat atau tidak. Karena mobil ini membawa pejabat.

 

Bahkan, tadi kami telah diskusikan dengan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sorong. Kalau bisa mobilnya di uji sehingga diharapkan mana kala pejabat itu berjalan dengan mobil yang sehat.

 

“Jangan sampai di tengah perjalanan  mobil pejabat itu terjadi masalah atau tidak sehat, dan ini perlu kita uji semuanya,” imbau Robert menambahan.

 

Selanjutnya, ada titipan salam dari Dirjen Perhubungan Darat kepada Bupati Sorong bersama jajarannya. Dengan harapan, agar mobil  ini bisa digunakan untuk di wilayah Papua Barat. Karena kalau harus mobilisasi ke Papua tentu biaya yang keluar juga tidak sedikit, dan apalagi mobil ini lumayan berat, tutupnya. Red

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.