2017, BI Papua Barat Musnahkan Miliarian Uang Tak Layak Pakai.

Kepala BI Perwakilan Papua Barat Agus Hartanto

MANOKWARI, — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat selama 2017 sudah memusnahkan Rp 299 miliar uang lusuh tidak layak edar yang dikumpulkan dari seluruh wilayah Papua Barat.

“Biasanya memang dalam satu tahun itu pasti ada pemusnahan dan penarikan uang tidak layak edar dan kita ganti dengan yang baru,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat Agus Hartanto, diruang kerjanya, selasa (3/10/17).

Ia menjelaskan, pemusnahan uang lusuh ini sebagai bagian dari tugas BI untuk memastikan peredaran rupiah dalam kondisi baik di tengah masyarakat. Adapun jumlah yang dimusnahkan setiap tahunnya menurut Hartanto selalu naik cukup signifikan.

” Pada tahun 2015 Rp.101,6 Miliar, tahun 2016 naik menjadi Rp. 171, 8 Miliar. Dan ditahun 2017 hingga di awal bulan oktober mencapai Rp.299 miliar,”Bebernya

Hal ini diakui karena  minat dan pengetahuan masyarkat sudah cukup baik tentang kurs mata yang baru dan telah beredar, selain itu kelayakan uang juga telah dipahami dengan baik.

“Termasuk kemarin saat kami lakukan jemput bola menggunakan kapal di wilayah – wilayah yang belum kita jangkau, ternyata cukup banyak masyarakat yang memerlukan pelayanan langsung. Hal ini salah satu kewajiban BI adalah menyediakan uang layak edar, walaupun kita sebenarnya sayang uang sebesar itu dimusnahkan, akan tetapi hal tersebut suatu kewajiban dan harus dimusnahkan,” Jelasnya.

Menurutnya, BI secara rutin mengedarkan uang layak pakai ke seluruh wilayah Papua Barat, baik melalui layanan kas keliling ataupun kas titipan, yang telah tersebar di beberapa kabupaten/kota. Seperti Kota Sorong, Kab. Fak-fak, Kab. Teluk Bintuni dan Kota Manokwari sendiri.

Agus menyebut kini uang baru yang diedarkan ke masyarakat adalah rupiah tahun emisi 2016, dan sebagian besar adalah pecahan kecil, yaitu di bawah Rp20.000.

Ia mengimbau masyarakat untuk bisa memperlakukan rupiah dengan baik agar kondisinya dapat tetap digolongkan sebagai uang layak edar. Seperti menaruhnya di dompet dan tidak menekuk di dalam kantong celana.

Dia menjelaskan, saat ini BI sudah tidak mencetak uang emisi lama dan digantikan dengan emisi 2016. Jadi jika uang emisi lama habis, maka uang emisi baru akan menggantikan.

Dari data statistik sistem pembayaran BI, indikator pengedaran uang, per Maret 2017 uang yang masuk dari perbankan ke Bank Indonesia tercatat Rp 43,028 triliun, jumlah ini lebih rendah dibandingkan periode awal tahun 2017 sebanyak Rp 71,45 triliun.

Sementara untuk aliran uang keluar dari Bank Indonesia ke Perbankan per Maret 2017 tercatat Rp 52,56 triliun. Lebih rendah dibandingkan periode Januari 2017 Rp 23,24 triliun.

Kemudian untuk uang kartal yang diedarkan mencapai Rp 562,7 triliun lebih rendah dibandingkan Januari 2017 Rp 564,3 triliun. (ian)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.