Tim Sanfar Bersama DP3AKB Biak Doa Bersama Para Caleg Perempuan Papua/Biak

Lensapapua, Gerakan perempuan Biak untuk penegakan hak-hak perempuan atau Tif Sanfar bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Biak Numfor mengadakan Konferensi Pers dan Doa bersama para Caleg perempuan Papua/Biak menuju Parlemen 2019, Senin (15/4/2019).

Tim Sanfar dibentuk dan didirikan oleh tokoh-tokoh perempuan Biak pada tahun 2017 dan difasilitasi oleh DP3AKB Kabupaten Biak Numfor adalah 1 gerakan perempuan Biak untuk memperjuangkan hak-hak politik perempuan atas tanahnya yang adalah rumahnya sendiri.

Pada kesempatan ini Ketua Tim Sanfar, Ibu Mien Yawan SE, M.pd menyampaikan beberapa hal yang menjadi dasar gerakan dan advokasi Tim Sanfar sebagai amanat dari otonomi khusus tahun 2001 bagi rakyat Papua yaitu Tim Sanfar sedang mengawal perempuan potensial Biak menuju kursi parlemen sebagaimana aturan di Negara Republik Indonesia tentang kuota 30% keterwakilan bagi perempuan.

Mencermati dinamika atau perkembangan politik dan proses rekrutmen Calon Legislatif yang sedang berjalan maka Tim Sanfar harus tampil memperlihatkan kepada dunia dengan menyatakan bahwa orang Biak masih ada dan akan terus mempertahankan kedaulatan orang Biak di atas tanahnya sendiri sebagai rumah tempat tinggalnya.

Sekalipun undang-undang Negara menjamin hak politik setiap warganya tetapi aspirasi dan nilai-nilai kearifan lokal merupakan kekayaan dari keanekaragaman budaya adat dan tradisi dari berbagai suku di negara Indonesia dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika “berbeda-beda tetapi satu” dengan kata lain ini rumah kami maka kembalikan kedaulatan orang Biak sebagai Suprimanggun untuk mengurus rumahnya sendiri.

“Kami juga berharap pemilihan umum yang akan berlangsung pada hari Rabu 17 April 2019 dapat berjalan aman dan bersih dari praktek-praktek money politik, pungkas Ibu Yawan pada pernyataan sikap Tim Sanfar sebagai gerakan perempuan Biak dalam mempertahankan identitas orang Biak di atas tanahnya sendiri.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lourens Patipeilohy mengatakan bahwa Dp3akb turut mendorong kemerataan perempuan mendapatkan hak sesuai undang-undang mendapat hak 30% yang harus duduk di DPRD Kabupaten Biak Numfor.

Ia berharap, semoga caleg perempuan yang berhasil naik di DPRD kabupaten Biak Numfor adalah orang-orang yang bisa menyuarakan hak-hak perempuan dan untuk yang belum berhasil naik di tingkungan Mandow janganlah kecil hati dan patah semangat karena semua itu adalah panggilan dan kehendak Tuhan yang telah ditentukannya.

Disamping itu Ketua Dewan Adat Papua Yan Piet Yarangga sangat merespon baik untuk Tim Sanfar dalam mendukung hak-hak politik perempuan untuk memperjuangkan kuota 30% menuju parlemen.

Ia menegaskan kepada seluruh masyarakat pemilih dan juga Calon Legislatif bahwa dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara Pemilu hanyalah media masyarakat dalam mimilih calon pemimpin yang akan mengawal proses pembangunan.

“Untuk itu pilihlah orang yang bisa membawa perubahan khususnya untuk masyarakat asli Papua,” pungkasnya. red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.