Pleno Perbaikan DPTHP KPU Supiori Catat 15 Ribu Pemilih

Lensapapua, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Supiori mengadakan Rapat Pleno terbuka Rekapitulasi dan penetapan atas perbaikan (DPTHP) 2 Pemilu Tahun 2019, Tingkat KPU kabupaten Supiori, di Hotel Mapia Biak, Senin (11/12/2018).

“Untuk penetapan hari ini kita diwajibkan untuk langsung masuk ke pada sistem bukan lagi manual atau dalam bentuk sistem data pemilih (SIDALIH) yang akan dipergunakan pada pemilu 2019,” demikian ujar Ketua KPU kabupaten Supiori kepada Media.

Hasil perbaikan yang telah di tetapkan dan di sepakati bersama pada Rapat pleno ini adalah sebanyak 15.873 pemilih, dengan selisih 28 pemilih dari penetapan data pemilih sebelumnya yang tadinya berjumlah 15.845 Pemilih.

Menurut Ketua KPU supiori, hasil ini ada kemungkinan Bisa bertambah karena masih ada pemilih yang memang belum terdaftar karena belum memiliki e-ktp atau belum melakukan perekaman e-ktp, dari dinas kependudukan sendiri sudah mengakui kurang lebih ada 3 ribuan yang belum melakukan rekaman e-ktp.

“Akan tetapi 3000 sekian ini yang tidak memiliki e-ktp, mereka ini sudah secara jelas masuk dalam daftar pemilih yang telah kami tetapkan pada hari ini,” ujarnya.

Ia berpesan kepada partai politik khususnya dengan Calon Legislatif untuk tidak membawa pemilih pemilih dari tempat lain, “artinya marilah kita sama-sama percaya kepada masyarakat Supiori dengan apa yang menjadi pilihan mereka sendiri kedepan nanti,” tuturnya.

Dihimbau untuk Partai politik agar betul-betul mentaati aturan dalam melakukan pemilihan maupun penetapan terkait dengan kampanye maupun data pemilih.

Ia menambahkan ada nama nama pemilih yang baru masuk namun ada yang di tolak terkait dengan data yang tidak lengkap atau pun belum ada keputusan dari dinas kependudukan mengenai kepindahan dari penduduk yang bersangkutan.

“Kerjasama kami, baik Dari partai politik, Dukcapil dan Bawaslu hari ini sangat luar biasa, mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, semua bisa tercover dalam arti bahwa sudah sekitar 98% pemilih yang sudah kami masukan itu sudah terwakili di kabupaten supiori, sedangkan yang 2% yaitu pemilih yang masih belum melakukan perekaman e-ktp, tapi pada dasarnya semua sudah terdaftar,” Jelas Ketua KPU Supiori.

Sementara itu untuk pemilih yang belum menggunakan e-ktp, pihak KPUD masih menunggu keputusan dari Bawaslu RI, KPU RI maupun Kemendagri, bagaimana aturan bagi mereka dengan jangka waktu batas perekaman e-ktp yang sudah sangat singkat yaitu pada 31 Desember.

“Ini yang akan menjadi pertanyaan bagi kami pihak penyelenggara maupun pemerintah daerah sehingga kami mengusulkan secepat mungkin bisa dikasih kejelasan atau cara Bagaimana menanggulangi mereka yang belum memiliki e-ktp, Apakah harus ada surat keterangan kependudukan atau dengan cara seperti apa, Semoga bagi mereka semua akan tercover untuk menggunakan hak pilihnya,” harapnya.

Ketua KPU supiori terus mengigatkan untuk pemilih di kabupaten supiori yang sudah masuk dalam DPT untuk menggunakan hak pilih dengan baik dan benar, berjiwa besar untuk memilih seturut dengan hati nurani bukan dengan cara paksaan atau ada motivasi yang lain.

Untuk di ketahui, jumlah TPS di kabupaten Supiori ada 71 TPS yang tersebar di 5 distrik dan 38 kampung. red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.