PAW Ketua DPRD Konsekuensi Wibawa Partai Golkar

Lensapapua– Pergantian  Antar Waktu (PAW)  Ketua DPRD Tambrauw Periode 2009-2014  merupakan konsekuensi wibawa Partai Golkar. “Jadi bukan kemauan bupati dan bahkan saya tidak mau hal yang seperti itu terjadi,  tapi saya ditekan dari atas. Begitu pula dari provinsi mengalamai hal yang sama dan mau tidak mau harus melakukan laporan secara berjenjang  sampai di tingkat Pusat Maka posisi saya yang serba salah,” kata Bupati Tambrauw, Gabriel Asem, SE, M.Si, di Sausapor (13/8).

Pelaksanaan kegiatan pergantian PAW Ketua DPRD Kabupaten Tambrauw, Petrus Yewen, S.Pd merupakan atas perintah dari Ketua Umum Partai Golkar untuk segera diganti. Jika kita  tidak melaksanakan hal itu bisa juga konsekuensinya tarik dukungan kepada bupati dan wakil bupati, sehingga terpaksa harus di PAW-kan saja begitu.

Begitu pula dari Partai Demokrat agar saudara Ketua DPRD segera dipindah dan melepaskan jabatan, karena menyangkut wibawa Partai Demokrat juga dan semuanya kita saling harga-menghargai. Itu merupakan informasi buat kita semua, dan jangan sampai ada yang bertanya-tanya mengapa saudara Ketua DPRD, Petrus Yewen di PAW-kan atau diganti. Hal itu merupakan alasan mendasar biar ada publik yang bertanya  biar jelas dan semua harus mengetahuinya, tambahnya.

Selanjutnya, saya berharap pegawai  negeri tidak boleh terlibat langsung dari partai politik (Parpol),  karena politik itu memang bisa baik bisa jelek. Jeleknya bisa dengan jabatan dan sebagainya menjadi konsekuensi. Ya, beruntungnya saya ini kan sabar, semuanya saya anggap keluarga. “Bukan berarti keluarga dalam satu kampung dengan saya, tapi alasan keluarga merupakan  satu wadah dalam keluarga besar Pemkab Tambrauw.”  dan  dalam bertindak  tidak  serta merta diambil secara politik.  Jika kejadian seperti ini terjadi di  Sorong misalnya, maka dengan adanya pelanggaran  seperti ini  konsekuensinya luar biasa yang mengarah pada  tindakan  iris sana-sini dan itu  tidak main-main. Saya berharap itu akan menjadi perhatian kita ke depan, “tegas Bupati  Asem.

“Kita harus memiliki komitmen bersama untuk membangun, “jangan karena masalah politik atau disiplin kerja yang  akhirnya yang korban imbasnya ke masyarakat. Hal tersebut tidak saya inginkan. Hanya saya berharap agar pelayanan kita kepada masyarakat bisa berjalan dengan baik sesuai harapan.”Tegasnya. ( AK/Red )

 

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.