Demo Di KPU Biak Ricuh, 1500 Personel TNI-POLRI Dikerahkan Hadang Massa

Lensapapua, Ratusan massa dan simpatisan parpol peserta pemilu 2019 meradang karena niatnya bertemu komisioner KPU Biak Numfor tidak terpenuhi.

Massa menuding KPU Biak Numfor melakukan pelanggaran dengan memasukkan data pemilih yang tidak valid, sedangkan nama-nama yang tercantum dalam DPT sebagian besar asalah fiktif.

Selama 2 jam lebih berorasi menyampaikan tuntutan agar komisioner KPU Biak Numfor mundur seluruhnya.

Urung bertemu komisioner KPU, massa yang terbakar matahari mulai tersulut amarhnya dan demo pun menjadi ricuh.

Massa semakin beringas karena merasa dihalangi petugas keamanan ketika hendak merangsek ke dalam kantor KPU Biak Numfor.

Tak ayal, aksi saling lempar pun terjadi antara demonstran aparat kamanan. Sekira 45 menit berselang, Polres Biak Numfor menurunkan water canon untuk menghalau massa dibantu prajurit TNI AU yang telah disiagakan.

Polisi berhasil meredam aksi anarkis dan membubarkan aksi demonstrasi serta menangkap sejumlah provokator diantara ratusan massa pendemo.

Kronologis diatas merupakan simulasi pengamanan yang digelar bersama aparat gabungan TNI-POLRI di Kabupaten Biak Numfor.

Simulasi Latpam Pemilu Legislatif dan Presiden yang di gelar di Lapangan Cendrawasih, Biak ini diikuti oleh seluruh jajaran TNI dan POLRI se-Biak, dimana kurang lebih 1500 personel turut terlibat dalam pelaksanaan latihan ini.

Pangkoopsau III Marsda TNI Tamsil Malik, S.E, dalam sambutannya yang di bacakan Asops Kaskoopsau III Kol Pnb Dodi Fernando, SE.MSoc.Sc Selaku pimpinan umum Latihan menyampaikan bahwa latihan ini di laksanakan untuk memperkokoh kerjasama yang sinergis antara penyelenggara Pemilu, TNI-POLRI dan Mitra lainnya demi terwujudnya pesta demokrasi 2019 yang aman dan sukses.

Lebih lanjut Pangkoopsau III menegaskan bahwa latpam Pemilu Legislatif dan Presiden ini juga, di gelar untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang handal bagi seluruh personel TNI dalam memberikan tugas operasi bantuan kepada Pemda dan Polri Sebagaimana tertera UU nomor 34 tentang TNI, dimana pemberian bantuan keamanan ini merupakan bagian dari 14 tugas TNI yang termasuk dalam OMSP.

Selain terwujudnya Kesiapsiagaan serta ketermapilan yang handal bagi personel maupun satuan dalam Pengamanan Pemilu Legislatif dan Presiden nanti, Simulasi dan Latihan di gelar untuk memperkokoh sinergiritas antara TNI-POLRI dan stakeholders lainnya dalam mewujudkan Pemilu Legislatif yang aman dan Sukses. red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.