Lensapapua– Sejumlah persoalan didalam dunia pendidikan masih menjadi perhatian untuk dapat diselesaikan, terutama berkaitan dengan upaya menumbuhkan kecakapan hidup bagi siswa-siswi usia sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, sehingga dibutuhkan strategi penyelesaian persoalan dimaksud.Rabu (17/2)
Berkaitan dengan masalah kecakapan yang masih minim diberikan kepada anak didik, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kabupaten Sorong bersama Unicef Papua menggelar study review life skill education sebagai langkah untuk menghadirkan mata kuliah baru bagi mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sorong untuk diterapkan kemudian saat mahasiswa tersebut dilepas untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.
ditemui kemarin disela-sela study review, dr. Farida Fauziah- koordinator kegiatan Pre Service Kemitraan STKIP Muhammadiyah Sorong bersama Unicef, mengatakan, beberapa persoalan dalam melatih kecakapan hidup bagi siswa masih minim, diantaranya dalam memberikan gambaran jelas terhadapn education sex untuk anak-anak, remaja dan pra-dewasa, sehingga melalui Life skill diharapkan calon guru di STKIP dapat men-transferkan pengetahuan bagi siswa-siswi didik.
Kegiatan yang didukung UNicef tersebut berlangsung di kampus STKIP Muhammadiyah Sorong dengan menghadirkan Sharana Ali-Spesialisasi HIV-AIDS UNICEF PApua, dan Yuanita Mariani Nagel sebagai narasumber. (yud/RED)