Published On: Sen, Nov 12th, 2018

Tumbuhkan Cinta Budaya Sejak Dini SKB Biak Buat Buku Cerita Rakyat Biak

Lensapapua, Pemeritah Daerah Kabupaten Biak Numor melalu Dinas Pendidikan dan Satuan pendidikan Non-formal sanggar kegiatan belajar (SPNF-SKB) Kabupaten Biak Numfor mengadakan Diklat Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dengan tema mengenal Budaya Byak melalui penulisan cerita rakyat bagi anak Paud, Senin (12/11/2018).

Plt Kepala SKB Biak Numfor, Margaretha Singgamui, S.Pd mengatakan bahwa bercerita itu punya manfaat yang luar biasa untuk mengembangkan saraf-saraf dari anak, tapi biasanya cerita yang di ambil dari luar saja serta banyak buku-buku cerita rakyat dari luar yang kita ceritakan ke anak tetapi tidak sama seperti apa yang mereka lihat atau yang mereka alami.

“Untuk itu karena anak-anak PAUD ini adalah anak-anak Biak dan terkait dengan budaya maka kita ambil cerita-cerita yang ada di rakyat Biak supaya bisa menumbuhkan rasa cinta budaya dan cinta tanah air khususnya budaya dari Biak sendiri, sehingga anak tidak merasa bahwa cerita orang lain yang ceritakan kepadanya tetapi merasa bercerita tentang dirinya sendiri,” ujar Margaretha.

Menurut Margaretha, rasa cinta budaya inilah yang harus dikembangkan sedini mungkin, karena budaya Biak sudah mulai terkikis khususnya di lingkungan remaja ke atas itu sudah hilang, Untuk itu kita mulai dari bawah yakni mulai belajar menerapkan dari pendikan anak usia dini (PAUD) demi menumbuhkan rasa cinta Biak di anak-anak melalui cerita-cerita rakyat ini.

“Tentunya yang pertama kita harus membuat Ceritanya dulu lalu di cetak kemudian akan disampaikan kepada Paud – Paud, tetapi ke depan melalui taman bacaan masyarakat juga akan diadakan lomba – lomba, misalnya seminggu lalu di Kampung Bakribo yang bekerjasama dengan Bank Danamon, nantinya di taman Bacaan ini akan ada berbagai kegiatan misalnya bercerita, mendengarkan cerita, nonton film bersama, serta bermain bersama,” jelasnya.

Sementara untuk penekanan penekanan dari dalam cerita nantinya pasti harus ada nilai positif, menurutnya cerita rakyat itu luas dan tidak semua cerita rakyat bisa dikonsumsi oleh anak-anak untuk itu dari satu cerita kita harus mengkaji menulis secara baik sehingga cerita itu bisa layak untuk anak-anak.

Margaretha menambahkan, Untuk teknis penulisan akan dibimbing oleh fasilitator dari Universitas Cendrawasih yang sudah banyak menulis tentang cerita rakyat dan punya pengalaman dalam dunia cerita rakyat dan untuk pesertanya adalah dari lingkungan SKB sendiri.

“Untuk bahan ceritanya sendiri Kita sudah kumpulkan dari guru guru PAUD dan cerita inilah yang akan di pilah-pilah mana yang layak untuk anak dan mana yang tidak, selanjutnya ketika selesai ditulis akan dicetak dan dibagikan ke PAUD, kemudian kita akan adakan lomba lomba di Taman bacaan masyarakat,” Pungkas Margaretha. red

 

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>