SKB Biak Numfor Peduli Pendidikan Anak Sekolah Minggu di Pulau Numfor

Lensapapua, Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Pendidikan dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) mengadakan Diklat pendidikan dan tenaga kependidikan masyarakat ( PTK Dikmas) dengan tema penerapan kurikulum sekolah minggu yang kreatif dan menarik untuk kelas kecil (0-6 Tahun), selama 3 hari sejak 19-21 November 2019, di Kampung Baruki Distrik Numfor Barat.

Pendeta Jhon Anderi Selaku Ketua Klasis Kemtuk Gresi Genyem Jayapura sebagai salah satu pemateri pada kegiatan ini mengatakan, Fokus materi di sampaikan ke peserta yakni Bagaimana metode pengajaran kepada anak-anak sekolah minggu usia 0-6 Tahun, tentang bagaimana metode-metode dan alat-alat peraga serta cara-caranya kreativitas guru sekolah minggu dalam mengajar dengan kreativitas yang pas untuk anak-anak dan bisa cepat dimengerti dengan cerita yang disampaikan bagi mereka.

“Guru Sekolah Minggu harus mempunyai kreasi yang luar biasa dalam mengajar, tentunya berbeda cara mengajar antara usia 0 – 6 tahun dengan usia dewasa, anak-anak usia ini mereka lebih banyak bermain karena itu pola mengajar nya harus ada kreasi tersendiri yang harus diciptakan oleh guru sekolah minggu kepada mereka supaya mereka juga ketika bermain tapi juga ada pembelajaran yang mereka petik dari hasil pengajaran itu,” ujar Pendeta Jhon.

Selain itu Pendeta Umbu Akwan Dosen Misiologi STFT GKI I.S. Kijne Jayapura, dalam penyampaian materi yang di sampaikannya melihat kendala yang di hadapi dari guru sekolah minggu yaitu mulai dari Skill karena masing – masing mempunyai skill berbeda jadi mereka harus dilatih juga untuk menggunakan hal-hal yang ada di alam untuk mengajar anak-anak di lingkungan mereka.

“Selain itu kurikulum sekolah minggu Gereja Kristen injili di tanah Papua sudah ada dan yang penting adalah bagaimana kita merangsang dan memberitahu para guru sekolah minggu untuk bisa menerapkannya berikut ketika teori mengajar itu sudah dikuasai, cara menerapkannya juga harus disesuaikan dengan anak usia 0-6 tahun,apa kebiasaan mereka, seperti apa teori mengajarnya disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada,” tutur Pendeta Umbu.

Harapan kami dengan adanya kegiatan ini merangsang semangat mendidik para pengasuh sekolah minggu atau guru guru PAUD, dengan teori atau kreasi mengajar yang disampaikan mereka mempunyai banyak cara untuk mendidik, secara khusus anak-anak diajak untuk semangat ke sekolah dan semangat ke gereja untuk mengenal Tuhan supaya mereka bertumbuh di dalam ketaatan dan menjadi pelaku kebaikan Tuhan di mana saja,teristimewa ketika mereka telah dewasa.

“Terima kasih kepada Pemda Biak Numfor, teristimewa dinas terkait yakni SKB Biak yang memperhatikan dan berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM anak-anak di Numfor bukan saja di ajang pemerintahan umum tapi sampai peduli untuk mendidik anak-anak dalam Sekolah Minggu juga,” ucapnya.

Sementara itu Plt Kepala sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Biak Margaretha Singgamui, S.Pd mengatakan, Satuan pendidikan non-formal SKB Biak adalah UPT Dinas pendidikan yang melayani bidang pendidikan non-formal di dalamnya ada PAUD, TK, sekolah minggu dan taman Baca al-qur’an Ini semua adalah layanan dari PAUD.

SKB Biak Numfor merasa peduli dengan sekolah minggu, karena usia 0-6 Tahun adalah masa emas dari seorang manusia, jika sampai 6 tahun tidak diberikan rangsangan yang baik tentu ke depan kita tidak bisa Mengharap yang baik kepada anak itu, mereka adalah anak-anak masa depan bangsa ini, jadi kalau tidak dididik dengan dasar yang baik kedepan maka kita tidak bisa Mengharap yang baik pula.

“Itu kelihatan dari sekarang terlihat banyak anak-anak usia remaja ke atas itu hancur lebur di Biak, banyak yang tidak mau ke sekolah banyak yang putus sekolah, banyak yang Aibon dan lain-lain karena dasarnya yang tidak bagus, untuk itu Gereja juga bertanggung jawab kepada anak-anak karena mereka adalah masa depan,” jelasnya.

SKB peduli dengan guru-guru sekolah minggu sehingga memberikan Diklat ini untuk belajar dan berbagi pengalaman dan ilmu. “Harapan saya ilmu diberikan ini jangan sampai di Bapak Ibu saja tolong disebarkan orang lain, ke lingkungan sekitar, Karena yang menentukan masa depan anak seperti apa, kembali ke diri sendiri dan keluarga, kita mulai dari dalam supaya anak kita bertumbuh dengan baik kedepannya,” Pungkas Margaretha. red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.