SKB Biak Gelar Diklat PKBM Bagi Peternak Babi Tradiosinal

Peserta diklat, peternak Babi tradisional di Biak. Dok/red
Peserta diklat yaitu peternak Babi tradisional di BiakPeserta diklat, peternak Babi tradisional di Biak. Dok/red
banner 120x600
banner 468x60
Peserta diklat, peternak Babi tradisional di Biak. Dok/red
Peserta diklat yaitu peternak Babi tradisional di BiakPeserta diklat, peternak Babi tradisional di Biak. Dok/red

Lensapapua, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Pendidikan dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Biak mengadakan Diklat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dengan thema “Pemanfaatan Bahan Lokal untuk Pakan Ternak dengan Metode Fermentasi”, di Ruang pertemuan SKB Biak, Kamis (15/11/2018).

Menurut Plt Kepala SKB Biak Numfor, Margaretha Singgamui, S.Pd, pada Pendidikan masyarakat yang lalu, Diklat ini terus di lakukan tapi biasanya secara umum saja materinya tentang pengelolaan, tentang Apa itu PKBM, tentang bagaimana membangun Mitra, Tetapi ternyata semua materi yang di sampaikan sepertinya sia-sia.

banner 325x300

“Banyak PKBM yang tidak berkembang dengan baik seperti yang kita harapkan, tetapi Mulai tahun ini dan kedepan kita merubah sistem diklatnya, kita lebih ke hal-hal kecil yang dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya untuk tahun ini kita dengan tema pemanfaatan bahan lokal untuk pakan ternak dengan metode fermentasi,” Ujarnya.

Materinya akan disampaikan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Biak Numfor kepada para peserta yakni dari masyarakat yang mempunyai ternak, khususnya untuk ternak Babi.

Margaretha menambahkan, Mungkin selama ini masyarakat hanya berternak 1 atau 2 ekor saja tanpa berpikir bahwa ada peluang usaha di sana kalau dikembangkan dengan baik, untuk itu nanti mereka diberikan bekal bagaimana peluang usaha dari ternak Babi, kemudian secara khusus pakannya dibuat seperti apa, yang simpel yang ekonomis yang tidak membuat mereka kerja banyak.

“Saya kira para peserta diklat ini mereka antusias dan sangat tertarik, karena ini adalah hal yang baru bagi mereka yang dimana juga bisa menambah wawasan mereka untuk berbisnis dan tentunya kesempatan ini harus mereka ikuti,” tutur Margaretha.

Dikatakan juga bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 hari dalam bentuk pemberian materi atau memberikan ilmu baru kepada para peternak Babi tradiosinal di Biak, untuk itu diharapkan dengan ilmu-ilmu yang diberikan bisa memotivasi peserta ke arah yang lebih maju lagi, bahwa ternak Babi juga bisa menjadi bisnis yang diandalkan.

Diharapan kepada para peserta agar mereka tidak hanya duduk dan dengar saja tetapi gunakan kesempatan ini untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya, karena uang yang kita pakai adalah uang Daerah, jadi jangan dipakai sia-sia.

“Melalui orang yang punya ilmu yang kita bawa datang ini, ilmunya harus terserap dan dibawa pulang oleh para peserta, tidak sampai disitu saja, tetapi mereka juga harus berbagi informasi dengan semua orang baik di rumah, saudara atau tetangga, bahwa ada informasi seperti ini untuk beternak Babi,” jelas Margaretha kepada Media. red

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.