Rekruitmen CPNS Melalui Sistem Online Belum Bisa Diterapkan Di Papua Dan Papua Barat

Marthen N.

Lensapapua – Salah seorang pengamat pendidikan di Kabupaten Sorong, Marthen Nebore mengungkapkan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan menggunakan sistim online, yang diterapkan Pemerintah Pusat melalui Badan Kepegawaian Nasional (BKN), diseluruh daerah Indonesia, merupakan hal yang keliru.

Menurut nya, seharusnya BKN, tidak memberlakukan hal ini di wilayah Papua dan Papua Barat, karena Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua dan Papua belum semua paham betul tentang penggunaan internet.

Regulasi Pendidikan di Papua ini, masih  perlu kita pertimbangkan, oleh karena itu, kekhususan pada penerimaan CPNS diwilayah Papua perlu dipertimbangkan oleh BKN, sehingga tidak perlu dulu menerapkan system online dalam penerimaan CPNS ini diwilayah Papua,Kata Marthen kepada wartawan Selasa 26/8.

Menurut Marthen,pemberian Kekhususan penerimaan CPNS di wilayah Papua dan Papua Barat ini, karena masalah daerah Papua dan Papua Barat yang luas, antara daerah satu dengan yang lainnya. Apalagi juga banyak di daerah Papua dan Papua Barat, belum tersentuh oleh jaringan internet. ‘Bukan saja soal pemahaman internet, fasilitas ini juga masih banyak belum tersedia di daerah kami. Jadi, untuk penerimaan melalui Online ini, saya rasa SDM kami belum siap,’ujarnya.

Kesulitan untuk memahami masalah penggunaan jaringan internet ini, lanjut Marthen, bukan hanya dirasakan oleh masyarakat di perkampungan, namun hal ini juga dirasakan masyarakat kota yang sudah tersedia jaringan internet maupun wifi.Akan tetapi jaringan nya juga sering terputus-putus alias tidak ada signal.

Oleh karena itu, Marthen Nebore meminta kepada Pemerintah Pusat, supaya sistem penerimaan CPNS melalui Online ini, sebaiknya lebih dahulu disosialisasikan secara merata kepada masyarakat dan Pemda. ‘Walaupun informasi penerimaan CPNS ini sudah ada di informasikan diberbagai media, tapi itu belum cukup, karena masyarakat ingin mengetahui hal ini secara detail dan pasti.Pungkasnya.  (Red)

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.