Minimalisir Kemajuan Teknologi Agar Seni Budaya Sebagai Ciri Khas Daerah Dapat Dipertahankan

IMG_5105

Lensapapua–  Bupati Sorong, DR. Drs. Stepanus Malak, M.Si., menegaskan agar seluruh elemen masyarakat dapat mempertahankan nilai budaya Malamoi sebagai budaya asli Papua.

Semakin lunturnya nilai kesenian dan kebudayaan daerah Papua yang diakibatkan oleh derasnya terpaan arus globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini harus dapat diminimalisir agar kesenian dan kebudayaan sebagai ciri khas daerah, bangsa dan negara dapat dipertahankan dan diperkenalkan kepada anak dan cucu generasi penerus masa depan.

Demikian disampaikan Bupati Sorong saat menghadiri serta membuka secara resmi festival Malamoi I tahun 2016 yang dilaksanakan di alun-alun Aimas Kabupaten Sorong. Rabu (01/6)

Stepanus Malak menegaskan, tugas pemerintah hanya memfasilitasi berbagai usul dan saran yang disampaikan masyarakat melalui sanggar maupun kelompok penggiat kesenian dan kebudayaan, dan diharapkan sinergi tersebut dapat berjalan dengan baik kedepan.

Sementara, Kepala dinas kebudayaan pariwisata, pemuda dan olahraga Kabupaten Sorong, DR. Yosef Solossa, menyebutkan, festival Malamoi tahun ini merupakan kali pertama diselenggarakan, namun kedepan sesuai amanat Bupati Sorong, festival Malamoi akan mengusung seluruh ciri khas kesenian dan kebudayaan dari berbagai elemen suku bangsa, seni dan budaya Indonesia.

Lebih dari 20 sanggar terlibat memeriahkan fastival Malamoi tahun 2016 tersebut, kegiatan festival tersebut juga menjadi salah satu ajang dalam menyambut hari ulang tahun ke-49 Kabupaten Sorong, selain tari Yospan, tari kreasi, tari tradisional juga akan ada lomba balap perahu dan balap ketinting sebagai wujud penguatan kemasyarakatan.  RED

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.