Masyarakat Harus Bisa Memahami Kinerja Hulu Migas

RUDIANTO RIMBONO.Kabag Humas SKK Migas Pusat

Lensapapua– Kabag Humas SKK Migas, Rudianto Rimbono dihadapan para awak media yang mengikuti pelatihan dihotel Grand Clarion Makassar, mengatakan bahwa peran media sangat penting dan strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik, Ujarnya, Rabu (28/01)

Lanjut dijelaskan Rudianto, media adalah sarana pengenalan dan penjelasan dari pihak SKK Migas  kepada masyarakat. Dengan harapan melalui media, masyarakat dapat mengetahui mekanisme ataupun prosedur pengolahan Migas, serta dapat membedakan bagaimana kerja Hulu Migas dan Hilir Migas, jelasnya.

Menurut Rudianto,  pengolahan Migas memerlukan waktu bertahun-tahun untuk bisa mendapatkan tetesan pertama Migas. Karena untuk satu pengeboran  bisa dinyatakan  berhasil dengan hasil yang baik, tentu membutuhkan penelitian, seperti contoh Genting Oil yang sudah beroperasi mengeksplorasi sampai 7 tahun lamanya belum bisa berproduksi, bahkan diwilayah barat ada yang sudah sampai 15 tahun baru bisa berhasil, terangnya.

Rudianto menambahkan, saat ini sudah ada sekian banyak kontraktor yang mengalami kerugian triliunan Rupiah (termasuk Genting Oil), karena gagal dalam pengeboran. Karena untuk melakukan pengeboran 1 sumur bisa menelan anggaran hingga Rp 10 Milyar per harinya, meskipun tidak dipungkiri jika satu kali berhasil bisa meraup hasil yang cukup besar, ” pada intinya, kalau mau jadi kontraktor Migas, harus bisa bernafas panjang,” bebernya.

Oleh karena itulah hal-hal seperti ini sangat penting untuk diketahui oleh semua publik, agar persepsi orang terhadap semua perusahaan yang bergerak dalam bidang Migas tidak serta merta dianggap selalu berhasil dan meraup keuntungan yang cukup besar, pungkas Rudianto. (Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.