Kepala dan Sekretaris LLDIKTI Se-Indonesia Gelar Rakornas di Biak

Lensapapua, Biak – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional Kepala dan Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Se-Indonesia tahun 2019, diikuti oleh 14 kepala lembaga pendidikan tinggi se-indonesia, Kamis (21/3/2019).

Rakor kali ini mengusung tema “Meningkatkan fungsi dan peran LLDIKTI untuk mendukung riset teknologi dan pendidikan tinggi yang terbuka, fleksibel dan bermutu”.

Untuk wilayah XIV Rakor kali ini baru pertamakali di laksanakan di Kabupaten Biak Numfor, sekaligus dengan peletakan batu pertama pembangunan kantor LLDIKTI Wilayah XIV di desa Sorido, dilanjutkan denga agenda audiensi pimpinan PT, PTS, Yayasan dan Mahasiswa.

Dr. Ir. Patdono Suwiknjo. M. Eng. Sc Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti mengatakan Rakor ini untuk melakukan pembahasan terkait kebijakan-kebijakan yang baru diantaranya kebijakan mengenai percepatan perijinan, berikut bagaimana di tahun 2019 untuk mulai mendorong perguruan tinggi bermutu dalam melaksanakan pendidikan jarak jauh (secara online) serta membahas peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Sementara itu Kepala LLDIKTI Wilayah XIV, Dr. Suriel S. Mofu, S.Pd.,M.Ed., TEFL.,M.Phil (Oxon) menambahkan bahwa tujuan diadakan rakor ini adalah untuk meningkatkan fungsi dan peran LLDIKTI dalam mendukung layanan yang lebih terbuka dan fleksibel, bisa dirasakan oleh semua orang juga melalui fasilitas pemdidikan jarak jauh.

“Jadi pendidikan tinggi itu bisa dirasakan oleh seluruh warga masyarakat, saat teknologi telah memungkinkan untuk pendidikan tinggi dilakukan dari mana dan di mana saja, seperti kuliah yang dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi besar di indonesia yang telah manfaatkan fasilitas pembelajaran online,”jelasnya.

Ia menambahkan, intinya LLDIKTI akan berusaha agar angka partisipasi pendidikan tinggi di indonesia ini bisa ditingkatkan karena Indonesia baru 34% bila dibandingkan dengan negara-negara seperti Thailand, Malaysia dan Singapura yang sudah mencapai di atas 50%.

“Oleh sebab itu upaya-upaya terus dikerjakan dalam rangka meningkatkan lebih banyak lagi atau lebih tinggi lagi angka partisipasi dasar pendidikan tinggi intinya adalah warga negara ini indonesia harus memiliki jenjang pendidikan tinggi,” Pungkasnya. red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.