JP. Moso: Reformasi Demokrasi Membuat Generasi Muda Mengalami Degradasi Moral & Mental Spiritual Yang Tidak Berkualitas

JP. Moso.
banner 120x600
banner 468x60
JP. Moso.

Lensapapua –  Pj. Bupati Sorong Yan Piet Moso, S.Sos,.MM,.M.AP,. Menghimbau kepada seluruh masyarakat MOI khususnya generasi muda, untuk tidak melakukan pemalangan pada fasilitas fasilitas umum.

 

banner 325x300

Penegasan ini disampaikan Moso dihadapan masyarakat distrik Klayili saat perayaan HUT ke-74 masuknya Injil Ditanah daratan Klayili Kabupaten Sorong, Jumat (16-06/23)

 

Dikatakan Moso, dengan melakukan pemalangan ala tradisi adat terhadap perkantoran, jalan, sekolahan dan fasilitas umum lainnya, tentu akan memberikan dampak negatif bagi kita semua, dan yang dirugikan khusunya adalah anak anak kita semua, karena proses belajar mengajar pun jadi terhambat, tuturnya

 

Lanjut Moso, dahulu kala nenek moyang kita telah meletakkan dasar atau pondasi yang baik, tetapi dengan adanya reformasi, demokrasi sehingga membuat para generasi muda mengalami degradasi moral dan mental spiritual yang tidak berkualitas.

 

Oleh sebab itu diharapkan kedepan kepada seluruh generasi muda Moi, untuk tidak melakukan tindakan tindakan yang tidak terpuji apalagi sampai bertindak anarkis.

 

Buang jauh jauh sifat sifat yang merugikan banyak orang, tempa diri pribadi menjadi manusia yang berkualitas, santun dan ber adab.

 

Mari ciptakan karya karya yang baik, positif dan membangun Ditanah MOI sebagai ibu kota provinsi Papua Barat Daya. Karena kita semua adalah bagian dari institusi pemerintahan yang ada.

 

Jangan kebaikan orang MOI ditafsirkan dan dimanfaatkan oleh orang orang yang berkepentingan “. 

 

Sebagai contoh, kota Sorong disebut sebagai kota minyak, pemerintah melalui Pertamina mengelola sumber daya alam tersebut, lalu sudah sejahterakah orang orang suku MOI sebagai pemilik tanah hak Ulayat ? Jawabannya belum !!! Tegas Moso

 

Karena saya sudah kelilingi seluruh wilayah Kabupaten Sorong, dan kenyataan yang saya lihat, masih banyak orang orang suku MOI yang hidup dalam garis kemiskinan.

 

Tidur dirumah gubuk, tanpa ada air bersih, tidak ada lampu listrik sebagai penerangan dan lain sebagainya. Lalu apakah ini merupakan takdir dari Tuhan atau kesalahan dari pemimpin sebelumnya ? Ini semua masih merupakan sebuah misteri. Pungkas Moso. Red

 

 

 

 

 

 

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.